Breaking News

BPS Prov. Sumbar Mencatat Inflasi Terjadi di Padang 0,07 Persen, Sedangkan Bukitting Mengalami Deflasi 0,01 Persen

Padang(Sumbar),FN - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat(Sumbar) menggelar Pers Release sekaitan, Inflasi di Kota Padang sebeesar 0,07 % dan Deflasi 0,01 % di Kota Bukittinggi, Kamis 2 Januari 2020, sekitar Jam 11.00 Wib di Lantai 2 Gedung BPS Prov. Sumbar.

Di Kota Padang pada bulan Desember 2019 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 142,07 pada bulan November 2019 menjadi 142,17 pada bulan Desember 2019. Laju inflasi tahun kalender Kota Padang sampai Desember 2019 adalah sebesar 1,72 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (Desember 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 1,72 persen.
Kota Bukittinggi pada bulan Desember 2019 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,59 pada bulan November 2019 menjadi 133,58 pada bulan Desember 2019.

Sedangkan Laju Inflasi tahun kalender sampai bulan Desember 2019 sebesar 1,31 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Desember 2019 terhadap Desember 2018) adalah sebesar 1,31 persen.

Disamping itu, BPS Sumbar juga menjelaskan tentang jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bulan November 2019 mencapai 5.021 orang, atau mengalami penurunan 4,83 persen dibanding wisman Oktober 2019 yang tercatat sebanyak 5.276. Sedangkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Barat bulan November 2019 mencapai rata-rata 62,27 persen; mengalami kenaikan 2,82 poin dibanding TPK bulan Oktober 2019 sebesar 59,45 persen. 

BPS Sumbar juga mencatat  juga mengenai jumlah barang yang diangkut melalui angkutan laut dalam negeri Sumatera Barat pada bulan November 2019 mengalami penurunan sebesar 5,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini juga ada berbagai faktor yang cukup mempengaruhi dalam pengiriman barang dalam negeri.

Nilai ekspor Sumatera Barat bulan November 2019 mencapai US$121,12 juta, terjadi peningkatan sebesar 13,66 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2019. Secara kumulatif ekspor Sumatera Barat Januari-November 2019 mencapai US$1189,28 juta atau turun sebesar 19,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sedangkan Golongan barang ekspor pada bulan November 2019 paling besar adalah lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$94,76. Dan ini juga merupakan Nilai impor Sumatera Barat bulan November 2019 mencapai US$36,31 juta, terjadi peningkatan sebesar 68,24 persen dibanding impor bulan Oktober 2019. Secara kumulatif nilai impor Sumatera Barat Januari- November 2019 mencapai US$427,42 juta atau mengalami penurunan 16,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

Untuk NTP Sumatera Barat bulan Desember 2019 tercatat sebesar 97,96 atau naik 0,99 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 96,99 (November 2019). Hal ini terjadi pada bulan Desember 2019 NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,14 untuk subsektor tanaman pangan (NTPP), 82,14 untuk subsektor hortikultura (NTPH), 104,79 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR), 105,31 untuk subsektor peternakan (NTPT), dan 102,55 untuk subsektor perikanan (NTPN). Subsektor perikanan terbagi menjadi dua, yaitu subsektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya dengan NTP masing-masing sebesar 105,56 dan 101,82. Pada bulan Desember 2019 tercatat rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani mengalami peningkatan sebesar 0,58 persen dari Rp 5.734,22 per kg (November 2019) menjadi Rp 5.767,53 perkg(Desember2019).

#. Sumber BPS Sumbar.




No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre