Breaking News

Mangkir Bayar Retribusi, Matheus : Ada TIC

Foto : Ilustrasi. Sumber Google. 

MENTAWAI. FIGURNEWS.COM- Keberadaan Tourism Informasi Center (TIC) Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kabupaten kepulauan Mentawai beri solusi mencegah pelaku usaha akomodasi dan wisatawan mancanegara mangkir bayar Retribusi Surfing. 

Tentu perlu pengawasan dan saling berkoordinasi antara satu TIC ke TIC lainnya. Jika lengah, berdampak pada kurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mentawai di sektor Pariwisata.  

Hal itu diungkap Kepala Bidang Promosi Disparpora Mentawai, Matheus Samalinggai bahwa selain memberi informasi Wisata, TIC juga bertugas memungut retribusi surfing terhadap Wisatawan mancanegara.  

Ia menambahkan retribusi ditetapkan sebesar Rp. 1juta per 15 hari. Selanjutnya Pembayaran retribusi langsung dikirim kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) Mentawai.

Hal itu mengacu terhadap Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Daya Tarik Wisata Selancar dan Perda Nomor 8 Tahun 2015 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. 

“TIC atau adik-adik kita itu adalah pahlawan atau perpanjangan tangan kita untuk menangani retribusi wisatawan ke mentawai. Hal itu dilakukan dengan memberi tanda retribusi berupa gelang kepada Wisatawan," ungkapnya kepada Wartawan diruangannya. Senin, (16/12/2019). 

Matheus mengatakan, selain TIC Pahlawan Retribusi juga dilakoni Pengawas pantai dalam mengawasi dan mengamankan kapal wisatawan serta lokasi surfing apabila terjadi konflik. 

Menurutnya, terdapat 4 TIC antara lain di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Pelabuhan Muara Padang, Pelabuhan Tuapejat dan Pelabuhan Muara Siberut. Keempat TIC saling berbagi informasi terkait kedatangan tamu. 

"Ada juga pelaku usaha akomodasi dan wisatawan kita yang nakal dan membuat kita kecelongan sedikit. Biasanya ketika sampai di BIM mereka bila ditanya mangkir seperti ditanya kemana jawabnya ke nias dan tempat lain, nyatanya ke mentawai. Namun itu hanya beberapa oknum," terangnya. 

Matheus menyampaikan apabila pelaku usaha Akomodasi dan Wisatawan melakukan hal itu, pihaknya memberikan pembinaan dan pencerahan terkait dampak retribusi bagi Pariwisata di Mentawai. 

Menurut laporan Masyarakat di Pelabuhan Tuapejat, Desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara, terkadang pelaku usaha melakukan penjemputan langsung ke Kapal tanpa diketahui pihak TIC setempat. 

"Saya melihat terkadang pelaku usaha langsung jemput ke Kapal atau ke Pelabuhan langsung menggunakan boat maupun mobil dan sepeda motor," ungkapnya.

Diketahui saat ini PAD sektor Pariwisata Retribusi Surfing hingga bulan Oktober 2019 sebanyak Rp. 6,6 Milyar, belum termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sementara jumlah kunjungan Wisatawan mencapai 9 ribu hingga 10 ribu dan 400 lokasi selancar dan 73 lokasi skala internasional. 

Selanjutnya pada tahun 2017 ada 50 Akomodasi terdaftar di Disparpora Mentawai. Dan masih banyak usaha Akomodasi belum terdaftar. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre