Breaking News

Kelompok Tani Wanita EVA Jemaat Getsemani Lemada-Pariti Siap Berkarya Membantu Suami


KUPANG.FIGURNEWS.COM --Kelompok Tani Wanita (KWT) EVA pada Jemaat Getsemani Lemada, Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, siap berkarya dalam membantu suami.

KWT EVA yang merupakan gabungan anggota para lanjut usia (lansia) dan milenial ini, bertekad mengerjakan lahan pertanian dalam musim hujan ini dan tidak menunggu terlalu lama.

Ketua KWT Eva, Milka D La'u Malelak menyampaikan hal ini ketika dimintai bersama anggota tampil memberikan testimoni di hadapan para undangan yang hadir di Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih (SL-Desa Mandiri Benih Padi-Jagung) tahun 2019 di lahan 
 Kelompok Penangkar Jagung Lamuru  Embun Lamada di Pariti, Senin (25/11/2019).

Milka mengatakan, kelompok mereka terdiri dari 15 anggota yang ada didalamnya kaum lansia dan milenial. KWT diberi nama EVA karena merupakan kaum wanita. Mereka bertekad untuk bekerja menanam jagung, padi gogo di lahan yang sudah ada.

"Kami selama ini sudah kerja kebun sejak masih kecil. Tanam jagung bersama orangtua kami. Tapi untuk dapat hasil yang bagus memang tidak ada. Intinya tanam saja dan hasilnya seperti apa kami syukuri," ujar Milka.

Mereka mulai termotivasi berkat dukungan dari Pendeta Naomi Sodakain, S.TH pada Jemaat Getsemani Lemada, Pariti. Kaum wanita kemudian sepakat membentuk KWT pada awal 2019 dengan pengurus lengkap.

"Kami punya   anggota 15 orang. Kami mau bantu suami kami dalam mengolah lahan. Lahan kami yang sudah ada sekitar 26 hektar. Kami segera olah sambil tunggu hujan turun," katanya.

 Pada kesempatan ini Pendeta Naomi Sodakain,  ketika diwawancarai menceritrakan awal mula pembentukan KWT EVA. Dirinya terpanggil untuk memberdayakan kaum wanita yang diwadai melalui kelompok. Untuk itu, dirinya membantu menyusun kelompok dan diberi nama KWT EVA.

 Selama ini, lanjut Pendeta Naomi. petani di Pariti khusus kaum wanita memang membantu suami bekerja di kebun, tapi soal pola tanam  masih tradisional.

"Tidak ada yang namanya Sekolah Lapang (SL) dampingan BPTP NTT seperti di Oeteta. Petani di Pariti selalu dapat bantuan handtraktor dari pemerintah tapi hasil olahan di lapangan tidak bagus. Makanya saya tergerak untuk bantu kaum wanita  di Pariti ini," kata Pendeta Naomi yang sudah 16 tahun melayani di Pariti. 

Dirinya mengakui ketika mengikuti undangan pertemuan antara BPTP NTT dengan Kelompom Setia Kawan, disitu dijelaskan soal sekolah lapang dengan proses pendampingan yang baik. Dari situlah kemudian KWT EVA mulai tergerak untuk menjalin kerjasama dengan BPTP NTT.

"Kita akan manfaatkan lahan yang sudah tiga tahun mengganggur di kawasan belakang Gereja. Kami akan minta BPTP dampingi dengan SL agar KWT ini bisa bekerja dengan baik dalam menopang ekonomi keluarga," tambahnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Penyuluh Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Yohanes Polykarpus S.St mengatakan,  wilayah Kecamatan Sulamu ini cukup luas, terdiri dari  6 Desa dan 1 Kelurahan  sehingga pendampingannya tidak akan terpenuhi semua. Saat ini yang menjadi sentral pendampingan yaitu Desa Pariti dan Desa Oeteta. 

"Saya sebagai koordinator penyuluh merasa bersyukur dan terimah kasih kepada BPTP yang langsung membantu kami, dari pembibitan dan pendampingan di lapangan. Awalnya para petani di daerah ini  belum semua yakin dan serius untuk itu,  peran kita  sebagai penyuluh untuk mendampingi serta mengajari mereka dengan sabar dan menyakin mereka agar petani bisa bekerja dengan baik,"  katanya.

Yohanes juga menuturkan, kerja sama dan  saling berkoordinasi  antar   Desa, Kecamatan, Dinas terkait serta Gereja itu sangat diperlukan agar apa yang menjadi keluhan petani baik itu cara menanam, pembibitan sampai panen bisa berjalan lancar.

Dijelaskannya, kerja sama dengan BPTP untuk temu lapang kali ini sudah yang ke 11 kali, dan sebagai penyuluh kami selalu siap untuk membantu di lapangan.
Harapannya kedepan, kerja sama dengan BPTP akan terus berlanjut, sampai petani betul-betul bisa mandiri dan bisa menjadi petani penakar benih yang unggul agar bisa buka peluang untuk kerja sama dengan LSM atau pengusaha luar. 

Rencana akan ada kerja sama dengan pengusaha dari Jakarta dan Dinas pertanian untuk bertemu dengan kelompok tani, untuk membuka kerja sama dalam hal pengembangan jagung 1.000 ha untuk tahun 2020 dan fokusnya ada di Desa Sulamu Kecamatan Kupang timur Kabupaten Kupang.

Penanggung jawab kegiatan SL dari BPTP NTT, Dr. Adriana Bire dalam sekapur sirihnya mengatakan, tujuan dari SL ini.

Ana menyebutkan bahwa tujuan kegiatan SL yakni  menumbuhkan kemampuan petani menerapkan inovasi teknologi produksi benih varietas unggul jagung yang diminati secara mandiri dan berkelanjutan.
Memotivasi petani menjadi calon penangkar benih yang mampu menyediakan benih jagung bermutu. Juga mempercepat adopsi inovasi produksi benih jagung spesifikasi lokasi.

Keluaran yang diharapkan, kemampuan memproduksi benih jagung varietas unggul baru jagung yang diminati secara mandiri. Juga tumbuh calon penangkar benih yang baru serta percepatan adopsk inovasi produksi benih jagung spesifik lokasi.(amperawati).

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre