Breaking News

Balai Bahasa Sumbar Adakan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Media Luar ruang di Pasbar

 
Simpang Empat (Pasbar), FN - Senin  Balai bahasa propinsi Sumatra Barat berkerja sama Diana Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Media Luar yang berlangsung mulai hari ini Senin tanggal 25 – Rabu 27 November 2019 bertempat di Aula Kantor Pemberdayaan Perempuan dan keluarga Berencana Pasaman Barat.

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan diskusi kelompok terpumpun (FGD) tentang penggunaan bahasa Negara pada media luar ruang oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat yang telah dilaksanakan pada hari rabu 3 September 2019 lalu.

Pada Sambutan  kepala Dinas Kominfo Pasbar diwakili oleh Kabid Informasi komunikasi publik. M. Syahril S. Sos. "Sebagai anak bangsa kita semua pada umumnya sudah mengetahui bahwa kita bangsa Indonesia mempunyai satu bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia".

"Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang lahir dari akar budaya tradisi bangsa Indonesia sendiri yang menurut ahli bahasa berasal dari Bahasa Melayu Riau". sambung Buya Syahril dihadapan peserta sekretaris dinas OPD Pasbar dan media serta pegiat medsos Dodi Ifanda.

Perwujudan Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia pertama kali di sepakati dan menjadi kebulatan tekad seluruh anak bangsa Indonesia pada pelaksanaan Kongres Pemuda Indonesia ke II pada tanggal 28 Oktober Tahun 1928.

Kongres Pemuda Indonesia ke II ini di ikuti oleh perwakilan organisasi pemuda seluruh Indonesia pada masa saat itu. Kongres Pemuda tersebut menyampaikan tiga pernyataan kebulatan tekad pemuda Indonesia yaitu berbangsa yang satu bangsa Indonesia, bertanah air yang satu tanah air Indonesia, dan menjunjung tinggi
bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Dengan menjadikan Bahasa Indoenesia sebagai Bahasa Persatuan Bangsa, maka seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia telah diikat oleh tali persatuan, yaitu Bahasa Indonesia yang dapat di pergunakan dalam kegiatan protokoler kenegaraan, penamaan lembaga Negara / lembaga pemerintahan seluruh Indonesia, kegiatan sosial kemasyarakatan, penamaan fasilitas umum, dan bahasa resmi pergaulan antar suku bangsa seluruh Indonesia dari Sabang Provinsi Aceh sampai Merauke Provinsi Papua.

Supaya Bahasa Indonesia yang disepakati pada Sumpah Pemuda Tahun 1928 dalam penggunaannya pada kehidupan berbangsa dan bernegara lebih kuat dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka diadakanlah suatu kesepakatan antara praktisi bahasa dan penulis sastra pada masa perjuangan kemerde kaan dalam bentuk Kongres Bahasa Indonesia untuk membahas Bahasa Indonesia dan perkembangannya.

Menurut sejarahnya Kongres Bahasa Indonesia I diadakan di Solo Jawa Tengah, tanggal 25 s/d 27 Juni 1938, dimana Kongres Bahasa Indonesia I ini pada awalnya adalah untuk memperingati Sumpah Pemuda tahun 1928, namun Kongres juga membahas perkembangan bahasa dan sastra Indonesia dan rencana
pengembangannya.

Setelah keberhasilan para pemuda pejuang menjadikan Bahasa Indonesia sebagi bahasa persatuan bangsa Indonesia, maka perjuangan tersebut mencapai puncaknya dengan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno - Hatta.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Undang-Undang Dasar 1945 di tetapkan menjadi Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Indonesia tersebut ditetapkan sebagai rambu - rambu atau aturan dasar seluruh bangsa Indonesia dalam berkehidupan bermasyarakat, berbagsa dan penyeleng-garaan pemerintahan negara Indonesia. Ketetapan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan akhirnya dikukuhkan pada Pasal 36 Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Kongres Bahasa Indonesia II diadakan di Medan Sumatera Utara, tanggal 28 Oktober s-d 2 November 1954, merupakan perwujudan  tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan Bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai Bahasa Nagara ;

Tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Soeharto meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan ( EYD) melalui pidato kenegaraan dihadapan sidang DPR yang dikuatkan dengan Keputusan Presiden RI Nomor 57 Tahun 1972;

Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum pembentukan istilah resmi yang berlaku di seluruh Indonesia ( Wawasan Nusantara ) ;


Kongres Bahasa Indonesia III diadakan di Jakarta tanggal 28 Oktober s/d 3 November 1978, diadakan dalam rangka memperingati hari Simpah Pemuda yang ke- 50 memperlihatkan adanya kemajuan, pertum-buha, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, serta memantapkan Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia ;

Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta pada tanggal 21 s/d 26 November 1983, diadakan dalam rangka untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke– 55 dan telah memutuskan, bahwa pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat tercapai semaksimal mungkin.

Seluruh Kongres Bahasa Indonesia tersebut pada prinsipnya adalah dalam rangka menyatukan sikap dan persepsi praktisi dan ahli bahasa Indonesia mewujudkan serta menghimbau bangsa Indonesia untuk cinta dan gemar menggunakan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai cerminan cinta tanah air dan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan pernyataan sikap Sumpah Pemuda.

Sejalan perkembangan waktu ternyata Bahasa Indonesia telah banyak mengalami banyak pergeseran dalam hal pengguna atau penuturnya.

Hal ini disebabkan karena Bahasa Indonesia sudah banyak dipengaruhi oleh adanya kulturasi atau penyesuaikan penggunaan bahasa dari bahasa asing dan bahasa daerah yang ada di Indonesia untuk memudahkan dalam penulisan dan pengucapannya.

Menggunakan Bahasa Indonesia bagi sebagian orang seakan tidak lagi menjadi kebanggaan. Keaslian Bahasa Indonesia sepertinya tidak tampak lagi di masyarakat. Penggunaan Bahasa Indonesia, baik dalam penulisan karya ilmiah, acara kenegaraan, kegiatan sosial kemasyarakatan dan pada media luar ruang banyak di campurkan tulisannya dengan menggunakan istilah bahasa asing.

Bahasa asing begitu sangat gencar pengaruhnya dirasakan saat ini. Ada beberapa indikasi penyebab bahasa Indonesia tidak lagi murni penggunaannya, seperti adanya sedikit rasa bangga sebagian masyarakat yang menggunakan istilah asing dalam memgemukakan suatu pernyataan karena lebih singkat ejaan dan penulisannya.

Kemudian banyak media elektonik penyiaran, pada judul acara dan kegiatan lomba tertentu yang memakai istilah asing, serta media luar ruang/periklanan lainnya di papan periklannya.

Sangat ironis sekali dengan apa yang telah diperjuangan oleh para pahlawan dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 dan apa yang di tetapkan berdasarkan Keppres Nomor 57 tahun 1972 perihal Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Penetapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 31 Agustus 1972 tentang Pedoman Umum pembentukan istilah resmi yang berlaku di seluruh Indonesia (Wawasan Nusantara) tersebut diatas.

Sambutan dari kepala bahasa sumatra barat diwakili oleh kepala subagian tata usaha herlinda, S. Pd, M. Hum menuturkan "Untuk mengantisipasi agar Bahasa Indonesia tetap dihargai oleh bangsa Indonesia, maka Balai Bahasa secara rutin mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpum (FGD) dan Penyuluhan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut kaidah dan tatabahasa yang berlaku dan ditetapkan pemerintah termasuk Penyuluhan Pengguaan Bahasa Media Luar Ruang pada hari ini.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan suatu upaya Balai Bahasa untuk melestarikan Bahasa Indonesia tidak dilupakan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Dodi Ifanda pegiat medsos Pasbar sebagai peserta penyuluhan yang sangat bermanfaat ini menyampaikan terimakasih kepada penyuluh bahasa bu Rita Novita, M.Hum. dan tim Balai Bahasa Propinsi Sumatra Barat

Penyuluhan  ini merupakan upaya  berdampak positif bila terdapat kerjasama antara Pemerintah dan Stake Older pemangku kebijakan dan masyarakat pada umumnya sehingga Bahasa Indonesia kembali dapat menjadi tuan rumah di Negara Indonesia, begitu juga peran aktif masyarakat untuk kembali menggunakan Bahas Indonesia yang baik dan benar.

(Dodi Ifanda,)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre