Breaking News

Sangat Biadap, Sang Ayah Tega Mencabuli Putri Kandungnya Sendiri


KUPANG (NTT) FIGURNEWS.COM--Kasus kekerasan percabulan di dalam rumah tangga terjadi di Desa Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Ayang kandung berinisial E, tega mencabuli anak kandungnya sendiri berinisial YA.

Perbuatan yang sangat biadap ini disebabkan karena pemicunya, E dirasuki minuman keras (miras) sehingga tanpa berdosa mencabuli anaknya sendiri. Kasus ini sudah ditangani kepolisian Resor Kupang setelah ibu kandung dan korban melaporkan peristiwa memilukan ini.

Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu  Simson  Amalo, kepada Wartawan di Kupang, Kamis (17/10/2019) mengatakan,  kasus ini masuk kategori  pencabulan dan kekerasan seksual. Kasusnya  terjadi sekitar Juni 2017 ketika korban masih berusia  17 tahun. Bahkan yang mengherankan, tindakan amoral ini dilakukan sang ayah ke anak kandungnya bukan cuma sekali.

Terkuaknya kasus kekerasan seksual ini, kata Simson, ketika korban meminta uang guna membayar uang komite sekolah. Saat itu korban menyampaikan kalau tunggakan komite masih 6 bulan belum dibayar sekitar Maret 2019 lalu.

"Tersangka bukannya merespon permintaan korban soal uang komite, tapi malah  meminta imbalan berhubungan badan layaknya suami dan isteri terhadap anaknya ini. Tapi permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh korban YA," beber Simson.

Rupanya nafsu ayah kandung YA yang dirasuki setan ini, pada malam harinya  memaksa korban untuk melayaninya dengan mengancam akan dibunuh. Karena takut, korban melayani sang ayah  karena terus diancam.

Setelah  kejadian itu,  korban berubah menjadi pendiam. Tidak mau keluar rumah bahkan korban lebih sering menangis. Kelakuan putrinya ini mengundang tanda tanya dari sang ibu.

Sang ibu kemudian melakukan pendekatan dengan membujuk korban menceritrakan apa yang dialaminya. Terhadap penuturan dari korban itulah maka ibunya bersama korban melapor ke polisi.

Dalam kasus ini pelaku dikenakan Pasal 76E jo Pasal 82 ayat ( 2) atau Pasal 46 UU RI Nomor 23 tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara di tambah sepertiganya. Saat ini tersangka E sudah diamankan di Polres Kupang untuk proses hukum selanjutnya.(*/Amperawati)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre