Breaking News

Klasis Kota Kupang Tuan Rumah Sidang Sinode GMIT ke 34


KUPANG (NTT) FIGURNEWS.COM--Klasis Kota Kupang dibawa Sinode GMIT menjadi tuan rumah penyelenggaraan Persidangan Sinode GMIT ke 34. Penyelenggaraan kegiatan yang diagendakan berlangsung tanggal 15-22 Oktober ini akan dihadiri sekitar 1.000-2.000 orang baik Jemaat Klasis di NTT maupun dari NTB.

Demi suksesnya penyelenggaraan sidang 4 tahun sekali ini, persiapan panitia sudah mencapai 90 persen. Dalam persidangan-persidangan nanti, akan dibuatkan keputusan mengenai program pelayanan HKUP (Haluan Kebijaksanaan Umum Pelayanan) periode 2020-2023, juga membahas soal dokumen tata gereja termasuk  dokumen pembenahan sekolah dibawa GMIT.

Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. Meri Kolimon menyampaikan hal ini dalam Jumpa Pers dengan wartawan di Jemaat Paulus, Kupang, Kamis (10/10/2019) sore.

Dijelaskan Dr. Meri, pada persidangan Sinode GMIT kali ini dirangkai dengan  Expo tahun 2019 yang berlangsung  tanggal 15- 20 Oktober 2019. Sidang Sinode GMIT setiap 4 tahunan ini,  merupakan tempat persidangan paling luas dalam pengambilan keputusan strategis yang pelaksanaannya bertempat di Jemaat Paulus, Kota Kupang.

Menurut Dr. Meri, ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan. Agenda-agenda itu yakni,  mendengar dan membahas laporan program kerja majelis Sinode GMIT 2015-2019.

Juga persidangan membuat keputusan mengenai program pelayanan HKUP (Haluan Kebijaksanaan Umum Pelayanan) periode 2020-2023. Termasuk membahas soal dokumen tata gereja juga dokumen pembenahan sekolah dibawa GMIT.

"Kami siapkan tiga dokumen grand desain pendidikan GMIT, tata kelola dan road meap 2020-2031. Agenda penting lain adalah pemilihan Majelis Sinode GMIT. Panitia pemilihan tengah bekerja mempersiapkan dan telah menetapkan calon sementara yang akan ditetapkan pada hari terakhir persidangan nanti," ujar wanita pertama yang jadi Ketua Sinode GMIT ini.

Dijelaskannya pula bahwa peserta berasal dari 46 klasis di GMIT dari NTT, NTB. Diperkirakan yang hadir pada persidangan sekitar 500-700 orang. Sementara pembukaan dan penutupan diharapkan sekitar 1.000-2.000 orang.

Dr. Meri menilai ini merupakan pesta iman yang dihadiri utusan dari semua klasis untuk sama- sama membahas program strategis dalam membaca tanda tanda zaman sehingga gereja menjadi berkat bagi masyarakat dan lingkungan.

Ada dua sesi utama dalam persidangan nanti. Ada study meeting berupa pleno tema sidang yang menjadi tema pelayanan GMIT empat tahun kedepan yakni  "Roh Tuhan Menjadikan dan Membaharui segenap Ciptaan". Ada 7 titik pelaksanaan lokakarya terkait sub tema pelayanan GMIT yang dilaksanakan di sejumlah Jemaat Klasis Kota Kupang.

"Lokakarya mebahas soal peran gereja dalam mendampingi orang muda di era digital, kehadiran GMIT untuk kelestarian lingkungan hidup selama empat tahun gerakan tanam air tanam pohon. Ini mau dievaluasi untuk langkah berikutnya," ujarnya.

Sementara  Isu lain yang bakal dibahas, lanjut Dr. Meri, isu kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan reproduksi dan perdagangan orang. Sebagaimana diketahui bersama bahwa  NTT menjadi hotspot isu perdagangan orang di Indonesia. 

"Di momen ini kita bicarakan selain tantangan juga upaya yang sudah dilakukan," tambahnya.

Dikatakan Dr. Meri, setelah agenda  itu, persidangan dilanjut fokus pada  bisnis meeting mulai dari laporan Majelis Sinode, tanggapan lalu masuk sidang Komisi dibagi dalam 8 titik, pleno sampai pemilihan.

" Akan hadir pada pembukaan Ketua Umum Persekutuan Gereja gereja di Indonesia, Ketua Umum Gereja Protestan di Indonesia, dan Gubernur NTT. Sesi pembahasan tema juga akan hadir  Dr. Yewangoe dari MPH PGI, Ketua STT Jakarta, Theolog dari Yogyakarta," kata Dr. Meri.

Ketua Umum Panitia, Prof. Ir. Fred Benu melalui Ketua Pelaksana Harian,  Ludji Michael Riwu Kaho menambahkan, untuk semua rencana sidang Sinode GMIT ke 34 dimana Klasis Kota Kupang menjadi tuan rumah, pihaknya sudah bekerja selama 1,5 tahun ini.

Seluruh persiapan, katanya,  sudah mencapai  90 persen dan panitia sudah sangat siap mensukseskan pesta iman yang produktif karena ada beberapa keputusan yang harus diambil dalam persidangan.

Dikatakannya, panitia bertekad kegiatan ini berlangsung secara ekonomis, ekologis, efektif dan efisien. Dalam persidangan peserta disodorkan softcopy untuk dipelajari guna menekan penggunaan kertas. Lalu menekan penggunaan fasilitas berbahan plastik.

"Kita bangun kerjasama dengan semua pihak dan partisipasi aktif  jemaat untuk sukseskan kegiatan ini luar biasa. Karena Pelayanan GMIT Berbasis Jemaat. Kita juga akan gelar ekspo selama persidangan yang dipastikan ada  50 stan baik diisi   46 klasis juga stan pemerintah dan swasta. Kita  perkirakan jemaat yang hadir pada ekspo ini bisa mencapai 2.000 orang," katanya.(Amperawati).

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre