Breaking News

Kepala Puskesmas Bandar Agung Muba Halangi Tugas Awak Media

MUBA, (Sumsel) FN - Oknum Kepala Puskemas Desa Bandar Agung 'Primer 16  Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Diduga menghalangi tugas Journalistik Watawan Media Sumsel Sembilan dalam menjalankan tugasnya sebagai Journalistik yang bertugas diwilayah Kabupaten Muba bersama rekannya Detra dari Lembaga Aliansi (LSM) dan Ormas Bersatu Sumsel Kabupaten Muba.

Kepala Puskesmas yang bernama Amir Hamza, Kamis (3-10-2019) Sekitar Pukul 16.00 Wib.

Menurut Lisen Efendi Wartawan Media Sumsel Sembilan mengatakan kepada awak media, Sabtu (5/10/2019).

Kejadian berawal dari kunjungan dan konfirmasi bersama rekannya Detra Anggota Aliansi Lsm dan Ormas Bersatu Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 16.00 wib.

Untuk mempertanyakan terkait adanya kegiatan Pembangunan Gedung Rawat Inap Puskesmas yang berada dibelakang Puskesmas lama.

Namun sayang Oknum kepala puskesmas itu sepertinya tidak mempercayai Kartu Id Card yang kami bawa.

Setelah ditunjukan Id Card kepada yang bersangkutan seolah-olah dia tidak mempercayai Id Card yang kami tunjukan. Bahkan Amir Hamza mempertanyakan Surat Tugas dari Redaksi, setelah dijelaskan bahwa surat tugas saya kebetulan sedang ketinggalan tapi yang bersangkutan tidak menggubris apa yang saya sampaikan bahkan, dia bersikeras mempertanyakan surat tugas saya.

"Lucunya lagi yang bersangkutan memper-tanyakan surat tugas khusus untuk meman-tau kegiatan yang ada dipuskesmas tersebut,"katanya.

Lisen menambahkan, dengan adanya tindakan yang dilakukan oknum Kepala Puskesmas tersebut sangat tidak etis, apalagi dia sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) seharusnya punya etika dan mengerti tentang tata kerama terhadap masyarakat.

Masih lisen," yang saya pertanyakan adalah tentang Pembangunan Gedung Rawat Inap yang ada dibelakang puskesmas tersebut."

Apakah satu paket dengan pengecatan ruangan Puskesmas yang lama, namun dia menjawab.

"Kalau untuk melihat isi perut saya, saya saja dari pagi belum makan karena saya memimpin rapat,"katanya.

"Koq masalah perut, Padahal saya tidak mempertanyakan soal isi perutnya,"ucap lisen menirukan Amir Hamza.

"Untuk itu saya tidak terima atas penghalangan tugas saya sebagai journalistik yang dilakukan oleh oknum kepala puskesmas yang telah dengan sengaja mehalangi tugas saya sebagai wartawan,"tambah lisen.

Hal itu dibenarkan oleh Detra Anggota Aliansi Lsm dan Ormas Bersatu Sumsel Kab Muba.

"Memang saat kami datang kekantor puskesmas itu dengan cara baik-baik kami menemui salah satu staf yang ada ditempat itu dan disambut dengan baik tapi setelah Kepala Puskemas datang tiba-tiba mempertanyakan indentitas dan surat tugas kepada lisen dan saya juga menunjukan kartu identitas saya,"papar Detra dengan kesal.

"Setelah itu ada salah satu Stafnya mengambil fhoto Id Card kami dan anehnya staf tersebut mengatakan bahwa Id Card yang saya tunjukkan itu tidak jelas, kata Staf itu,"ujar Detra.

Hal ini sangat kita sayangkan atas apa yang telah dilakukan oknum Kepala Puskesmas tersebut, pada hal wartawan dan Aliansi Lsm dan Ormas Bersatu Sumsel adalah sebagai kontrol sosial serta mitra pemerintah dalam pengawasan untuk membangun daerah khususnya Kabupaten Muba. Selain dari pada itu menghalangi tugas wartawan dalam mencari informasi dilapangan dapat dipidana 2 tahun atau denda 500 juta sesuai UU Pokok Pers No. 40, Tahun 1999.

Sementara Kepala Puskesmas Desa Bandar Agung 'Primer 16 Kecamatan  Lalan belum dapat dimintai keterangan terkait hal itu.(rdi/ Sudarmanto)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre