Breaking News

Direktur Polinela Menangis Saat Wisuda ke-2 Akademi Komunitas Mentawai

Foto : Direktur Politeknik Negeri Lampung, Sarono saat Sambutan acara Wisuda ke-2 Akademi Komunitas Mentawai. Sabtu, (12/10/2019). 

Mentawai.figurnews.com- Prosesi Wisudawan dan Wisudawati Angkatan III,Tahun Akademik 2017/2018 Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Lampung rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Mentawai berjalan Hikmat di Aula Bappeda, Jl. Raya Tuapejat Km-4, Desa Tuapejat, Sipora utara.

Menurut pantauan figurnews.com Direktur Polinela, Sarono menangis saat sambutannya, atas kesungguhan Pemerintah Daerah kabupaten Mentawai melalui Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet demi Pendidikan Tinggi di Mentawai.

“Saya terharu dengan Perjuangan Bupati Mentawai datang ke lampung untuk membicarakan mengenai PDD Polinela yang akan berakhir pada tahun 2021 mendatang sesui Peraturan Kemenristek Dikti. Hal itu dilakukan karena Cintanya kepada Pendidikan Masyarakat di Mentawai untuk tetap melanjutkan Perguruan tinggi disini,” sambutnya. Sabtu, (12/10/2019).

Namun dikatakannya bahwa masih ada kesempatan untuk membuka Porsi Pengembangan SDM melalui Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) di Mentawai. Dan Ini menjadi Alternatif dalam pengembangan SDM karena melalui PSDKU dapat membuka Program Diploma III hingga S2.

Maka dari pada itu, Civitas Akademika PDD harus menyiapkan segala persyaratannya yang di mulai pada SDM, Fasilitas dan Infrastruktur untuk mendukung hal tersebut. Sehingga pada kesempatan ini dikatakanya agar semua yang terkait mulai bergerak dalam menghadapi hal itu. Karena dengan Sumber Daya Manusia yang Unggul di Civitas Akademika di Mentawai yang akan berperan.

Menurutnya Pendidikan adalah kekuatan di suatu wilayah. Mengingat sejarah bahwa Bangsa Romawi lebih mengutamakan pengembangan fisik atau Infrastruktur diwilayahya sedangkan Bangsa Yunani lebih mengutamakan pendidikan Pendidikan SDMnya. Hal hasil, tentu Bangsa Yunani lebih memiliki kekuatan dimasa itu.

Pendidikan yang tinggi mencerminkan tingkat kesejahteraan Masyarakat. Melalui itu ia menghimbau untuk belajar dari sejarah tersebut tentang pentingnya Pendidikan.

Sementara itu Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan Ia akan berjuang demi Pendidikan sampai tetas darah terakhir. Menurutnya itu bukan karena banyak anggaran namun demi Sejarah Pendidikan Tinggi di Mentawai.
Dikatakan Wisuda Perdana pada 15 November 2018 dan Wisuda hari ini 12 Oktober 2019 ini merupakan Sejarah baru Indonesia Khususnya di kepulauan Mentawai. Apalagi bulan ini merupakan bulan hari jadi ke 20 tahun kabupaten Mentawai pada 4 Oktober 2019 lalu. Serta hari jadi ke 20 tahun ini bertema Harmoni Budaya, Mentawai Unggul.

“Di Tanah Mentawai ini tidak ada mengenal baju-baju Wisuda seperti ini, tetapi saat ini sudah ada baju-baju Wisuda di pakai di atas Tanah Mentawai ini. Dan ini merupakan Komitmen kami atas persetujuan DPRD Mentawai dalam pengembangan SDM,” Sambutnya.

Ia menghimbau kepada Orang Tua Mahasiswa di Mentawai agar tidak ragu untuk kuliah di Akademi Komunitas Mentawai. Selain tempat yang terjangkau yang berada di Pusat Ibukota Kabupaten Mentawai atau di tengah Pulau besar yakni antara Siberut dan Pagai utara selatan, Akademi Komunitas Mentawai tidak memungut biaya semester atau Gratis.

Yudas Sabaggalet menyebutkan meski daerah kepulauan Mentawai adalah daerah 3T jangan sampai meyurutkan semangat Masyarakat Mentawai, Mentawai harus Optimis. Namun ini merupakan kelebihan dari daerah 3T yang lain.

Ia berpesan kepada Generasi Penerus bangsa khususnya Wisudawan agar percaya diri meskipun banyak tantangan kedepannya karena kelulusan ini merupakan awal dari Karir.

“Kadang-kadang kita orang pulau ini tidak percaya diri dengan sebutan Pagai atau ketika di tanya orang mana, Orang Mentawai lalu Oo nya besar. Lalu semakin tidak percaya diri. Tetapi  jawablah Cimeeh orang dengan Prestasi,” katanya.

Sekarang diwisuda ke-2 ini telah terbukti bahwa ada Wisudawan yang mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif 4,00. Percaya diri adalah kunci keberhasilan.

Menurutnya, Mentawai ini bukan tercipta tetapi di ciptakan oleh Sang Pencipta berarti Tuhan mempunyai cita-cita atau rencana untuk Mentawai. Orang Mentawai tidak muncul begitu saja tetapi diciptakan yang telah direncanakan oleh Sang Pencipta.

“Katanya disini ada Megatrus tetapi kenapa orang Mentawai tidak pernah Punah. Itu karena ada cita-cita, rencana dan maksud. Dan ini merupakan rencana dari Sang Pencipta yang harus kita Hormati bersama, baik orang Mentawai maupun orang non Mentawai. Apabila tidak menghargai orang Mentawai berarti tidak menghargai Sang Pencipta,” terang Yudas.

Kemudian jangan pernah mengeluh, kemudian dikatakan  orang mentawai jagan sekedar ada tetapi mengada. Artinya, harus mampu untuk mengada, menciptakan sesuatu untuk bangsa dan negara ini. Maka harus bekerja keras untuk megada dan menciptakan sesuatu untuk bangsa dan negara ini.

“Untuk menjawab itu maka itu makanya kita hadirkan PDD disini karena disini kita bukan sekedar ada bukan sekedar nongrong,  kita harus bekerja keras. Maka kami selaku Pemerintah menghadirkan PDD ini untuk mendorong itu,” paprnya.

Dua bulan lalu Mentri Bappenas datang ke Mentawai, untuk meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm) atau pembangkit Listrik dari bambu di 3 Desa Yakni Desa Saliguma, Madobag dan Matotonan. Dan itu merupakan pertama kali di Asia Pasific.

“Muncul di Televisi Indonesia hebat, tidak masalah. Tetapi harus diingat Indonesia hebat itu adalah sumbangan bahan baku bambu, yang sering digunakan Masyarakat Mentawai. Inovasi baru ini merupakan penelitian Akademisi dalam menciptakan bahan bakar listrik dari bambu. Namun kita akan berupaya akan membuat lagi Inovasi-inovasi yang bahan pokoknya ada disini,” tutupnya.

Wartawan : Erik Virmando

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre