Breaking News

Waspada! Dampak Kemarau di Mentawai

Foto : Kalaksa BPBD Mentawai, Novriadi. Kamis, (19/9/2019). 

Mentawai.figurnewa.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai menghimbau Masyarakat agar tetap Waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan pertanian dan perkebunan. Pasalnya kemarau yang akan berdampak keringnya hutan mudah terbakar. 

"Kondisi kemarau panjang pada tahun ini akibatnya ada El Nino, kita harus tingkatkan kewaspadaan sesui arahan Presiden Jokowi di Provinsi Riau awal minggu lalu. Bahwa pencegahan lebih di utamakan dari pada pengendalian serta pemadaman," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Mentawai, Novriadi kepada Wartawan diruangannya. Kamis, (19/9/2019). 

Selanjutnya dikatan Novriadi bahwa, pembersihan lahan dilakukan sesui standar teknis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
"Kondisi saat ini sangat susah mencari air untuk pemadaman," tambahnya.

Novriadi mengatakan dampak Kabut asap yang telah sampai ke Mentawai perlu di waspadai. Meski dari sisi kesehatan dalam pernapasan belum berdampak. Namun secara kasat mata sudah menggangu jarak pandang. 

Menurut pemetaan BMKG Anlisa Paremeter Cuaca Wilayah Sumbar sebut Novriadi, Wilayah Pulau Sipora yakni arah Goisoinan, Sareunuk, Matobe, Mara, Sagitci, Beriulou, dan Bosua berpotensi tinggi kebakaran. 

Sedangkan wilayah Pulau Pagai yakni Taikako, Betumonga, dan matobe. Selanjutnya, wilayah pagai selatan yakni bagian tengah sepanjang jalan utama dan area huntap. 

Sementara itu di Wilayah pulau Siberut potensinya tidak terlalu besar karena pemungkiman daratan rendah. Potensinya ada di daerah pemungkiman padat penduduk seperti di Muara Siberut dan Sikabaluan. Sedangkan Wilayah pantai barat tidak ada. 

"Kita himbau warga tetap terhidrasi dengan banyak mengkonsumsi air putih dan jika ketebalan asap cukup tinggi agar mengurangi aktivitas diluar ruangan," katanya.

Wartawan : Erik Virmando

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre