Breaking News

Pedagang Buah Asal Makasar Diringkus BNN NTT di Sikka Karena Pengguna Narkoba


KUPANG (NTT) FN--Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT berhasil meringkus dua pedagang buah asal Makasar, diduga menyalahgunakan narkoba jenis sabu sabu (Metamfetamin).

Kedua tersangka atas nama I alias A dan I ditangkap  di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka tanggal 17 Mei 2019. Kasus ini  sedang diproses di Pengadilan Negeri Maumere dan keduanya  dijerat dengan tiga pasal UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, yaitu Pasal 114 (1), Pasal 112 (1), dan Pasal 127 (1) huruf a.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN NTT, Kompol Doni Bramantyo, menyampaikan hal ini kepada Wartawan  di Kantor BNNP NTT, Kamis (19/9/2019).

Menurut Doni, dari penggerebekan itu, pihaknya 
menemukan dua paket kecil sabu yang masing-masing berisi 0,4808 gram dan 0,1414 gram, satu set alat isap, sebuah pemantik, satu bungkus rokok LA, juga satu paket sabu yang tersisa sedikit dan sudah dipakai untuk tes laboratorium.

Terungkapnya kasus ini, demikian Doni, bermula pihaknya  mendapat laporan dari warga sekitar. Warga  sering melihat keanehan  di kos tempat tinggal kedua tersangka yang saban hari didatangi banyak rekan-rekannya.

Dari informasi awal warga ini, beber Doni, pihaknya melakukan pengintaian  pada 17 Mei 2019 sekitar Pukul 21.00 wita.  Saat itu, tim BNN mendapati kedua tersangka tengah mengkonsumsi sehingga langsung diamankan dan digiring ke BNNP NTT untuk proses lebih lanjut.

"Sabu-sabu yang dipakai tersangka I alias A dari L yang juga berasal dari Makasar. Sekarang L masuk dalam Daftar pencarian Orang (DPO). Waktu itu L memberikan sabu-sabu tersebut ke I alias A melalui I. Dari hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka  diketahui positif menggunakan sabu," katanya.

Doni menambahkan, kasus ini  sedang diproses di Pengadilan Negeri Maumere. Kedua pelaku dijerat dengan tiga pasal UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, yaitu Pasal 114 (1), Pasal 112 (1), dan Pasal 127 (1) huruf a.Ancaman hukumannya minimal  5 tahun penjara karena mereka diketahui menguasai, membeli, menyediakan, memiliki, dan menyimpan. 

"Nanti akan dinilai oleh hakim berdasarkan alat bukti dan keyakinannya,” kata Doni.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pencegahan Masyarakat BNNP NTT, Hendrik Rohi pada kesempatan ini mengakui, keberadaan Badan Narkotika di tingkat daerah baru di Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Belu. Untuk itu dia berharap masyarakat ikut membantu kerja BNN dalam upaya mencegah penyebaran barang terlarang ini.

Semua komponen baik masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dan elemen terkait lainnya, harus sama-sama ikut bertanggung jawab menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.  Karena  penyalahgunaan narkoba terkategori kejahatan yang luar biasa.(Amperawati).

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre