Breaking News

Kota Tikep Masuk Dalam 30 Daerah Dengan Tingkat Potensi Kerawanan Tinggi Bencana



Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Asrul Sani Soleiman saat membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi Kota Tikep 2019 di Aula Nuku

Maluku Utara (Tidore) FN,- “Kota Tidore Kepulauan masuk dalam 30 daerah dengan tingkat potensi kerawanan tertinggi,”. Hal ini disampaikan kepala Balai BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan dalam kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi  yang digelar pemerintah kota Tidore Kepulauan di Aula Nuku Kantor Walikota, Selasa (24/9/2019).

Darmawan dalam sambutannya mengatakan bahwa di Indonesia pada tahun 2019 ini, terdapat 30 Sekolah Lapang Geofisika dan Tsunami. Kota Tidore Kepulauan termasuk dalam 30 daerah dengan tingkat potensi kerawanan tinggi. Pelaksanaan Sekolah Lapang Geofisika yang dilakukan di Tidore ini berdasarkan informasi Indeks Resiko Bencana Indonesia yang dikeluarkan oleh BNPB tahun 2013 yang menyatakan bahwa Tidore Kepulauan adalah salah satu daerah yang memiliki nilai indeks resiko gempabumi dengan klasifikasi tinggi sehingga pengetahuan tentang mitigasi bencana gempabumi serta tsunami sangat diperlukan baik pada tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.

“Setiap tahunnya kami mengundang peserta dari BPBD Kabupaten/Kota diwilayah potensi bencana gempabumi dan tsunami di Indonesia agar memiliki kapasitas yang sama untuk ikut berperan bersama BMKG dalam penyebarluasan informasi gempabumi dan tsunami serta mampu menindaklanjuti informasi tersebut dengan respon yang tepat”, kata Darmawan.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Tikep Asrul Sani Soleman dalam sambutan Walikota Tidore Kepulauan mengatakan, Sekolah Lapang Gempabumi ini menjadi wadah bagi pemerintah kota, BMKG, BPBD serta instansi terkait untuk saling berkoordinasi menguatkan peran masing-masing dalam upaya pengurangan resiko bencana gempabumi dan tsunami.

“BPBD sebagai ujung tombak dari penyebarluasan informasi gempabumi dan tsunami didaerah diharapkan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh BMKG untuk segera ditindaklanjuti, sehingga bencana gempabumi dan tsunami dapat diminimalisir”,kata Asrul Sani.

Lebih lanjut, Asrul Sani mengatakan kegiatan yang sama ataupun serupa seperti ini hendaknya terus dilakukan dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar masyarakat dan pemerintah kota menjalin sinergitas yang baik dalam menghadapi dan mengurangi resiko bencana gempabumi dan tsunami. tentunya kedepan diharapkan akan ada kerjasama-kerjasama yang akan dijalin lebih luas lagi khususnya antara BMKG dengan Pemerintah Kota.

Penyerahan Cinderamata dari Kepala Balai BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan kepada Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Asrul Sani Soleiman
          
Dalam laporan Ketua Panitia Sekolah Lapang Gempa Bumi Tahun 2019, Hermizal menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini antara lain menguatkan peran UPT Gerofisika sebagai perpanjangan tangan BMKG Pusat dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai Rantai Peringatan Dini Tsunami dan Produk Peringatan Dini Tsunami kepada BPBD sebagai institusi Interface dan menguatkan peran BPBD sebagai simpul utama serta Rantai Peringatan Dini Tsunami didaerah dalam memberikan informasi dan arah yang benar kepada masyarakat serta OPD terkait Peringatan Dini Tsunami.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari, mulai tanggal 24-25 September 2019 ini diikuti peserta sebanyak 31 orang, terdiri dari BPBD Provinsi Maluku Utara 2 Orang, Kantor SAR Ternate 1 Orang, Puslab Geologi UMMU Ternate 1 Orang, Pusat Studi Bencana UNKHAIR Ternate sebagai Observe 1 Orang, Ma’had Alkazim 1 Orang, RRI Ternate 1 Orang, Malut Post 1 Orang dan Dinas Terkait Penanggulangan Bencana Pemerintah Kota Tidore Kepulauan 23 Orang serta turut hadir Kepala UPT BMKG Se-Maluku Utara, Forkopimda, Staf Ahli Walikota, Asisten Sekda dan Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. (Ram)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre