Breaking News

Kalangan Perbankan Harus Mampu Mengantisipasi Perkembangan di Era Industri 4.0


KUPANG (NTT) FN--Kalangan Perbankan di Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan mampu mengikuti dan mengantisipasi perkembangan di Era Industri 4.0 yang terjadi saat ini.

Kalangan perbankan mengantisipasi sudah menjadi tugas rutin, disatu sisi berhadapan dengan perkembangan teknologi yang sangat tinggi, di sisi lain dimanjakan dengan sistem yang dibangun para konsultan.

Untuk itu kehadiran pihak akuntan dari
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI),  di seminar "Profesi Akutansi Sektor Publik di Era Industri 4.0" bisa memberikan tambahan ilmu yang berkaitan dengan lembaga keuangan.

Direktur Kepatuhan Bank NTT,  Hilarius Minggu, menyampaikan ini ketika pada Seminar Nasional Akuntansi di Aula  Bank NTT, Sabtu (21/9/2019).
Kegiatan dibuka Ketua Kompartemen Akuntan Sektor Publik Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Herry Subowo, SE,MPM, CIA,CFE.

Hilariua  mengatakan, kegiatan seminar mengambil tema : Profesi Akutansi Sektor Publik di Era Industri 4.0" di Bank NTT ini haruslah disyukuri. Ini  sangat tepat dan bermanfaat untuk tujuan keuangan khususnya perbankan.

Antisipasi, katanya,  sudah menjadi tugas rutin IAI disatu sisi berhadapan dengan perkembangan teknologi yang sangat tinggi tapi  dimanjakan pula dengan sistem yang dibangun para konsultan.

"Dulu belum kenal komputer masing-masing kita khusus di perbankan bagian keuangan mereka akan tahu pencatatan debet kreditnya serta perhitungan bunganya bagaimana mereka tahu.
Tapi dengan perkembangan teknologi ini sudah dirancang, disusun oleh mereka yang ahli di akuntansi ahli dalam bidang IT, kita sebagai user kalau tidak bergelut di bidang akuntansi tentu berharap pada sistem yang ada," katanya.

Menurut Hilarius,  dengan kehadiran nara sumber dari IAI di seminar ini diharapkan  dapat menularkan ilmu kepada karyawan perbankan yang berkaitan dengan lembaga keuangan.

"Saya cek di Bank NTT yang masuk di IAI baru satu orang padahal mereka mengetahui soal akuntansi tapi belum masuk. Semoga dari seminar ini, setelah mendapatkan bekal ilmu yang disampaikan nara sumber bisa segera bergabung di IAI," harap Herry.

Sementara Ketua Panitia Seminar Nasional Akutansi, Karmila Dwi Lestari Mutia, SE; Mak, mengatakan, kehadiran revolusi industri 4.0 membawa perubahan dan perkembangan besar khususnya teknologi informasi, mengakibatkan perubahan yang sangat cepat.

Ini juga, katanya,  berpengaruh pada masa depan dunia profesional. Salah satu yang berdampak besar adalah dunia profesi akuntansi revolusi industri 4.0 sejatinya memberikan peluang besar dalam mengaktifkan fungsi dari peran profesi akutansi dalam menjalankan tugas-tugas sehari-hari.

Perkembangan IT yang cepat, kata Dwi, dapat menjadi peluang dalam pencapaian penerapan " egovernance " sebagai digitalisasi dan informasi seperti, e-budgeting, e- planing system delyveri , penatausahaan, e reporting, e- controling hingga e- monev serta aplikasi lainnya.

"Para akuntansi pada era digital ini tidak boleh memandang sebelah mata dampak dari teknologi ini dan dituntut untuk menguasai sistem informasi keuangan dan non keuangan seperti data analysis develoment dan leadership skill," jelas Dwi.

Menurutnya, tantangan profesi akutansi saat ini adalah, bagaimana menjaga akuntabilitas dalam perkembangan teknologi dan inovasi yang semakin kompleks.

Suksesnya seminar ini karena dukungan dari Bank NTT, BRI, UNIV FLORES , PLN , PELINDO III  dan Angkasa Pura.(Amperawati).

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre