Breaking News

Hasil Pemeriksaan Nagari Bulu Kasok Oleh Inspektorat Muaro Sijunjuang Dipertanyakan…

Kab. Sijunjuang, Bulu Kasok (Sumbar),FN – Berbagai cara untuk meraup pundi-pundi rupiah untuk memperkaya diri. Konon hal itu terjadi dikenagarian Bulu Kaso, yang mana Walinagari diduga melakukan korupsi dana nagari. Hal itu terungkap, ketika hasil investigasi serta diperkuat surat Laporan dari Plt Walinagari Bulu Kasok, Afrizal Malin Cayo kepada Kepala DPMN Kabupaten Sijunjung, Sela sa 27 Agustus 2019, dengan  Surat Laporan  No. 140/105/BLK-2019.

Sekaitan  dugaan pengambilan uang nagari secara melawan hukum secara sah oleh wali nagari Buluh Kasok Kec. Lubuk Tarok tentang dugaan pemakain dana nagari. Dan ini terkuak dari  Buku tabungan nagari yang dipegang oleh bendahara nagari.

Terungkap berdasarkan ketika bendahara cuti melahirkan, buku tabungan di pegang oleh Wali nagari, sedangkan  Wali nagari cuti karena ditetapkan sebagai calon Wali nagari untuk periode selanjutnya.
Pejabat Plt Wali nagari dipegang oleh sekretaris Wali nagari. Ketika Wali nagari menjalani masa cuti, buku tabungan tetap dipegang Wali nagari. Dalam hal ini, Plt Walinagari meminta buku tabungan kepada Wali nagari yang sedang cuti guna mengambil uang operasional dalam berbagai kegiatan nagari.

Namun  Wali nagari mengaku buku tabungan hilang. Sekaitan hal itu, Plt Walinagari melapor ke pihak Kecamatan. Dengan hilangnya buku tabungan tersebut, pihak kecamatan menyuruh buat laporan kehilangan dan memerintahkan buat buku baru. Atas petunjuk Kecamatan, Plt Wali nagari akan membuat buku tabungan baru pengganti, tetapi sebelum buku baru selesai walinagari kembali menyerahkan buku lama yang sebelumnya disebutnya hilang.

Plt Walinagari menarik uang di Bank, dan ditemui uang sudah ada yg ditarik sekitar 153 jutaan tampa prosedur.  Rabu kemarin, Plt Wali kepada masyarakat membenarkan kejadian ini.  Pagi tadi, kamis  29/8 , di kantor nagari, dihadapan ketua LPM, Baher, sekretaris BPN, bendahara nagari yg sudah selesai cuti mengakui bahwa telah terjadi penarikan uang tanpa tanda tangannya.

Pihak Kec. Lubuk Tarok,  mengakui adanya dugaan ini, dan mereka telah menangani kasus ini. Kamis, 29 agustus 2019, wali nagari dipanggil oleh pihak Kabupaten, bertempat di kantor Camat Lubuk Tarok, untuk memeriksa dugaan penarikan uang diluar peraturan perundangan yg berlaku sebanyak 153 juta.

Kasus dugaan korupsi senilai Rp 153 juta oleh Janwanrisel Hendra alias Munce semasa menjabat Walinagari Buluh Kasok Kec. Lubuak Tarok, dengan modus diduga melakukan pemalsuan tanda tangan bendahara nagari, camat dan dokumen lainnya.

Hal itu sesuai dengan  data dari narasumber yang bisa dipercaya di Kecamatan Lubuk Tarok, (sabtu, 7/9)  yaitu, terduga telah mengakui memalsukan tanda tangan dan dokumen lain terkait pencairan uang sebanyak RP 153 juta. Terduga juga sebelumnya pernah terlibat kasus penyalahgunaan uang  sekitar 30 sd 40 juta, tetapi dipaksa supaya mengembalikan dengan ancaman akan dikasuskan kalau tidak dibayar.

Dengan adanya  Data dari Sekretaris Inspektorat (Sabtu, 7/9) terduga telah mengaku memalsukan tanda tangan bendahara nagari, camat dan dokumen lainnya untuk mengkorup uang nagari Rp153 juta. Dalam Hal ini, terduga berjanji mengembalikan uang paling labat Jumat, 6/9, tapi hal itu diingkari, dan kata Sekretaris Inspektorat, tindakan kriminal pemalsuan tanda tangan dan dokumen lainnya tidak batal oleh pengembalian uang negara yang dikorup.

Berdasarkan  Data yang kami peroleh dari narasumber bisa dipercaya di kenagarian Bulu Kasok, Selasa pagi, 10 September 2019,  Sekretaris Wali, Bendahara Nagari, Ketua LPM, telah memenuhi panggilan Kejaksaan di Muaro Senin (9/9), informasinya mereka menyatakan bahwa Walinagari telah memalsukan tanda tangan bendahara dan camat dalam melakukan tipikor uang nagari sebanyak Rp 153 juta.

Sekaitan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Walinagari, pihak Kejari Sijunjuang melayang surat panggilan pada Walinagari Janwanrisel Hendra alias Munce. Berdasar surat panggilan tersebut  walinagari sendiri memenuhi panggilan kejaksaan di Muaro Selasa, 10 September 2019, sekitar jam 10.00 wib.

Dalam hal ini Ketua LPM Baher juga memenuhi panggilan ke 2 ke Jaksaan Muaro untuk diminta keterangan, Selasa pagi, 17 September 2019. Camat Lubuk Tarok memenuhi panggilan Kejaksaan di Muaro, Rabu 18 September 2019, sekaitan tentang dugaan korupsi yang dilakukan oleh Walinagari Bulu Kasok, Kec. Lubuk Tarok.

Setelah melakukan pemeriksaan bebrapa orang saksi, pihak kejaksaan juga melakukan pemanggilan yang kedua kalinya terhadap Walinagari Bulu Kasok yang didugaan melakukan dugaan korupsi Dana Nagari sebanyak Rp153 juta. Disamping itu, pihak Kejaksaan melakukan pemanggilan terhada Bendahara dan Sekretaris Ngari Bulu Kasok pada hari Kamis pagi, 19 September 2019. (Tim)



No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre