Breaking News

Dalam Aksi Unjuk Rasa di DPRD Sumsel" 28 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit, 3 Polisi Terluka

Palembang(Sumsel),FN -- Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas perguruan tinggi di Kota Palembang Sumatera Selatan melakukan aksi unjuk rasa menuntut,pembatalan Revisi Undang-undang KPK yang sudah disahkan DPR RI, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanian.di depan gedung DPRD Sumsel, Selasa (24/9/2019) berakhir ricuh. ‘Perang’ batu hingga tembakan gas air mata dan semprotan Water Cannon mewarnai aksi unjukrasa tersebut.

Dari Pantauan awak media, mahasiswa mulai bergerak menuju gedung DPRD Sumsel sejak pukul 10.00 WIB. Mereka menyoroti Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pembatalan Revisi Undang-undang KPK yang sudah disahkan DPR RI, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanian.

Termasuk kriminalisasi terhadap aktivitis di berbagai sektor dan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani isu lingkungan.

Akibat aksi unjukrasa ini, Jalan POM IX menuju gedung DPRD Sumsel ditutup total, ini juga dampak dari semakin banyaknya mahasiswa yang datang bergabung. Sementara di hari yang sama pukul 14.00 WIB, dilangsungkan pelantikan 75 anggota DPRD Sumsel periode 2019-2024.

Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Rudianto Widodo mengatakan, ribuan mahasiswa Sumsel menolak RKUHP yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat bahkan ngawur.

“Kami minta DPR merivisi lagi RKUHP yang ngawur dan tidak jelas ini,” tukas Rudi.

Pihaknya juga menilai RKUHP dinilai melemahkan fungsi KPK. Untuk itu, ribuan massa ini mendesak DPR merivisi RKUHP yang dinilai ngawur.

Mula-mula, perwakilan mahasiswa silih berganti melakukan orasi. Aksi yang berlangsung damai, mulai ricuh sekitar pukul 13.30 WIB, didahului dengan pergerakan mahasiswa yang ingin maju mendekati pintu gerbang DPRD Sumsel.

Tiba-tiba dimulai dengan aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga, akhirnya bentrokan pun tak terhindarkan. Mulai dari batu hingga botol aqua terlihat dilemparkan silih berganti, polisi pun membalas dengan menembakan gas air mata dan air dari mobil Water Cannon.

Kondisi ini membuat mahasiswa dipaksa mundur, hingga kepolisian bisa menguasai areal depan pintu gerbang DPRD Sumsel yang semula penuh dengan mahasiswa.

Berdasarkan penelusuran awak media, setidaknya tiga orang polisi terluka, mereka pun langsung mendapatkan penanganan medis yang memang sudah bersiap di lokasi. Sementara dari pihak mahasiswa, tercatat sebanyak 28 orang dilarikan ke rumah sakit, karena terluka dan terkena gas air mata.

Tak lama setelah bentrokan, Ketua DPRD Sumsel Sementara Anita Noeringhati didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel Sementara HM Giri Ramanda N Kiemas dan Anggota DPRD Sumsel Syaiful Padli menemui massa aksi.

Dalam orasinya, Anita menyatakan siap menyampaikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. “Kami ini baru dilantik, dan ini (tuntutan mahasiswa) menjadi agenda pertama kami, kami akan mengawal apa yang disampaikan Aliansi Mahasiswa ini, kami akan sampaikan ini ke DPR RI,” kata Anita.

Mengenai mahasiswa yang terluka, Anita menyatakan pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait agar bertanggung jawab. “Kami disini berbicara atas nama lembaga disaksikan seluruh aliansi mahasiswa, insyaallah kami tidak akan lupa,” pungkasnya.

Usai mendengar jawaban dari Ketua DPRD Sumsel Sementara, massa aksi bisa menerima dan membubarkan diri, terlebih dahulu mereka menyodorkan tuntutan mereka untuk ditandatangani oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumsel Sementara. (ril awj / Sudarmanto)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre