Breaking News

Bus Trans Padang Koridor IV (Teluk Bayur – Anak Aie via By Pass) Gagal Beroperasi, Ini Jawabanya…

Padang(Sumbar),FN – Sesuai perencenaan tentang penggantian Bus Kota yang telah uzur termasuk bebrapa pengusahanya tidak ada niat melakukan peremajaan. Sekaitan hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) kota Padang membuat kebijakan tentang moda angkutan darat dengan Trans Padang sekitar tahun 2014 sebanyak 15 unit. Namun karena kurang memadai serta banyaknya peminat, Dishub Padang mengusulkan tambahan sebanyak 10 unit lagi untuk mencukupi kebutuhan transportasi masyarakat kota Padang . Jadi total semua Trans Padang Koridor I sebanyak 25 unit dan beroperasi dari jam 06.00 pagi hingga jam 21.00 malam.

Untuk pembukaan Koridor IV Dishub telah mendatangkan 10 unit yang melayani penumpang dari Teluk Bayur- By Pass -  Terminal Tipe A  Anak  Aie – Lubuk Buaya.

Sekaitan hal itu, Figurnews. Com  mempertanyakan melalui WhatsApp (WA)pada Dian Fakri sebagai Kepala Dishub kota Padang, Jum’at 20 September 2019, tentang belum juga terealisasi bahwa koridor IV  (jalur Tlk Bayur - By Pass/  Terminal Anak Aie – Lubuk Buaya Batas kota) rencana di mulai awal Juli 2019. Namun hingga sa'at ini belum juga adanya tanda-tanda terlaksanakan.

Dian Fakri Kadis Perhubungan mengatakan,”Awal Juli 2019 baru proses tender fisik pembangunan halte dengan anggaran Rp 400 juta hanya bisa buat 34 halte portable. Sebelum tender fisik tersebut didahului perencanaan halte untuk dokumen tender. Kita butuh 76 halte, 42 halte kita sudah tawarkan bantuan dari perusahaan-perusahan melalui CSR mereka, semua butuh waktu mereka untuk memutuskan bantuan dan alhamdulillah beberapa sudah mulai mau membangun halte tesebut. Halte portabel yang 34 dari APBD tsb diperkirakan akhir Nov baru bisa selesai. Walaupun belum cukup 76 halte, bisa saja dimulai mengoperasionalkan 10 bus yang sudah ada parkir di Terminal Koto Lalang. Problem dengan model bus Trans Padang yang tempat naik turunnya tinggi, kita tak bisa operasional jika halte belum selesai. Khusus untuk 4 koridor berikutnya kita rencanakan bus yang rendah tempat naik turun penumpangnya, sehingga tidak perlu menunggu selesai halte baru bisa operasional.”

Disamping itu, Figurnews.com juga menanyakan, apakah hal ini ada dugaan pihak Samsat meminta tambahan biaya lain, selain biaya resmi untuk pengurusan surat-surat bus Trans Padang Koridor IV tersebut. Namun hal tersebut dibantah keras tentang adanya biaya tambahan selain biaya resmi yang telah ditetapkan

“Siapa pula yang bilang begitu? Nanti saya tanya Kabid Angkutan yang ngurus karena dealer bus tersebut kita kan tak tahu, kita terima bantuan bus dari Kemenhub. Seharusnya kalau kita pengadaannya, kita tahu beres saja, dealer sudah on the road. Sekarang kita terpaksa yang urus. Bus tersebut  sudah pertengahan 2018 datang, harusnya sudah tak ada masalah dengan surat surat itu. Saya Maret 2019 baru masuk Dishub. Nanti saya cek ya…,” pungkas Dian Fakri Kadis Perhubungan Padang pada Figurnews.com.

#. (Red-Figur)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre