Breaking News

Gubernur Irwan P : Kita harus memberdayakan masyarakat tani kuat dan mampu tersentuh akses permodalan dengan bunga ringan...

Padang(Sumbar),FN – Berbagai upaya pemerintah pusat untuk meningkat hasil produksi padi, karena padi merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia. Dan memamng akhir-akhir ini fungsi lahan pertanian sudah beralih fungsi jadi permukiman dan bangunan. Hal ini dibuktikan menyusutnya lahan pertanian di Indonesia khusus Provinsi Sumatera Barat, seperti dibeberapa kabupaten dan kota.

Kita bisa lihat kondisi pertanian di kota Padang, yang mana beberapa lahan pertanian telah beralih fungsi menjadi daerah permukiman dan perkantoran. Dan ini bisa dilihat diseputaran atau sepanjang jalan By Pass yang dulu hijau dan menguning, namun beberapa tahun belakang ini fungsi tersebut telah berobah menjadi bangunan dalam bentuk perumahan dan kantor serta gudang. Untuk menunjang pem buka lahan baru, pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya menggaet pihak Bank untuk membantu permodalan usaha.

Dalam hal ini pemerintah Provinsi Sumbar berupaya untuk membuka lahan baru yang nantinya akan menunjang perekonomian masyarakta khususnya para petani dibidang pangan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus memberi perhatian besar demi kesejahteraan petani. Upaya itu dengan meningkatkan permodalan, sejalan untuk mendukung pengembangan ketahanan pangan di daerah.

"Kita minta pemerintah daerah bisa memberikan perhatian besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi, terutama sektor pertanian di daerah," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Sumbar, Kamis (22/8/2019) di Padang.

Dalam sambutannya Irwan mengatakan, sektor pertanian masih mendominasi proporsi, yakni 24 persen menompang pertumbuhan ekonomi di Sumbar. Kemudian setelah disusul sektor transportasi dan perdagangan.

Menurutnya, harus ada akses keuangan permodalan yang memadai bagi pemerintah untuk memajukan perekonomian di daerah. Misalnya, dengan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) perbankan untuk bagi petani dalam mendukung ketahanan pangan di Sumbar.

"Perlu kita ditegaskan kembali bagaimana memberdayakan masyarakat, agar daerah kuat membangun daerahnya dan masyarakat tani mampu tersentuh akses permodalan dengan bunga ringan," ujar Irwan di hadapan 120 peserta rakor.

Alumni UI itu juga meminta seluruh bupati dan walikota dapat menindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerjasama dengan perbankan. Kemudian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus memfasilitasi, untuk kegiatan mempermudah akses keuangan bagi masyarakat tani di daerah masing-masing.

"Kita berharap pihak perbankan bisa berperan aktif menjadi lembaga yang menyehatkan masyarakat tani dalam permodalan di Sumbar," imbuhnya.

Dengan harapan itu, ia menginginkan tidak ada lagi petani yang terjebak dalam lingkaran rentenir yang sudah merajalela. Tujuannya bisa memutus rantai segala yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat selama ini.

Terakhir, ia juga mengimbau agar anggota Pokja DKP dapat menyusun perencanaan dan program aksi pembangunan ketahanan pangan sampai ke tingkat nagari, desa, kelurahan sebagai basis pembangunan perekonomian di Sumbar ke depan.

Turut hadir dalam rakor ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Ketua OJK Sumbar, Dirut Bank Nagari, pimpinan BRI wilayah Padang, Bank Mandiri, Bank BNI, Dirut Jamkrida, Jasindo, Ketua Pokja Ahli DKP Sumbar, dan Kepala Dinas Pangan selaku sekretaris DKP Sumbar.(*)FL

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre