Breaking News

Tinggal di Gubuk, Dua Pelajar Ini Gapai Mimpinya di Pinggir Kota Mentawai

Foto : Gubuk di Pinggir Ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sabtu, (09/08).

Mentawai. FigurNews- Satu dari beberapa Gubuk Pelajar yang tersisa di pinggiran Ibu Kota Kabupaten kepulauan Mentawai Tuapejat.

Menurut Informasi dari Masyarakat, Gubuk ini merupakan tempat tinggal Pelajar Siswa tingkat SMP belasan tahun lalu. Pada tahun 2002 saat sebelum berdirinya SMAN 2 Sipora di Ibukota Kabupaten ini pada tahun 2004.

Gubuk yang tersisa tersebut di tempati oleh dua pelajar yang berasal dari dusun Pukarayat dan Berkat.

Ada 2 Pelajar yang tinggal disini yaitu, Ayub (16) asal dusun Berkat dan Redison (16) asal dusun Pukarayat, desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara, Mentawai.

"Kami tinggal disini sudah hampir 5 tahun. Sejak kami masuk sekolah SMPN 2 Sipora pada tahun 2015 lalu," ungkap Ayub saat di temui Wartawan. Sabtu, (09/08).

Gubuk dengan ukuran 4X3 meter itu berdiri di tanah milik SDN 17 Tuapejat. Sedangkan sumber air berada pada jarak 12 meter.

"Untuk penerangan kami memakai lampu jenis damar, cukup menerangi kami hingga tidur," tambah Ayub.

Sedangkan untuk bekal, mereka menerima dan menjemput setiap minggu ke kampung mereka.

Ayub dan Redison merupakan Siswa kelas 2 SMA Swasta Pus Setia di desa Sido Makmur, Sipora utara. Untuk sampai sekolah dari Gubuk mereka harus berjalan kaki sejauh 5 Km setiap hari.

Sementara itu, jarak dusun Berkat ke SMA itu mencapai 8 Km. Mereka memilih tinggal disana karena akses menuju kampungnya belum stabil layaknya jalan penghubung.

"Dari kampung kami menuju ke Sekolah lebih parah lagi. Bisa-bisa ke Sekolah sudah telat. Akibat jalan yang masih bertana liat," terang Ayub.

Ditempat yang sama Redison asal dusun Pukarayat menerangkan bahwa, Jalan menuju kampungnya tidak dapat di lalui dengan akses darat.

"Jalan menuju kampung kami belum ada. Kalau ke kampung saya memakai Boat atau Pompong," ungkapnya.

Ini menjadi alasan mereka tinggal di Gubuk tersebut. Apalagi menurutnya Asrama di tempat ia Sekolah sudah penuh akibat banyaknya Siswa dari berbagai asal di kecamatan kepulauaan Mentawai.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah SMA Plus Setia, Labita bahwa, ada sebagian Siswa yang tinggal di wilayah tersebut.

"Sekolah sudah menyediakan Asrama namun tidak cukup menampung jumlah Siswa disana. Dan di Asrama juga memungut uang senilai Rp. 300 ribu per bulan untuk biaya makan," ungkapnya.

Terdapat berbagai asal Siswa dari kecamatan kabupaten kepulauan Mentawai yang tinggal di Asrama SMA Pus Setia itu, Diantaranya, Kecamatan di Pulau Pagai dan kecamatan Sipora Selatan.

"Saat ini, Kapasitas di Asrama dapat menampung Siswa sebanyak 40 orang. Ada 2 Asrama yang terdapat disini yakni, Asrama Putra dan Putri yang berbeda lokasi sejauh 300 meter," tambah Labita.

Namun ia sangat Apresiasi semangat Siswa yang memiliki keinginan Sekolah di sana. Saat ini, jumlah Siswa siswi di SMAN Plus Setia berjumlah 167 orang.

"Ini menjadi perhatian bagi kita bersama. Kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memberikan perhatian terhadap kondisi dan semangat Siswa kita ini," tutupnya,

Wartawan : Erik Virmando 

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre