Breaking News

Polres Mentawai Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di Penginapan Kristin

Foto : Barang Bukti Pencurian dan Kekerasan terhadap Seorang Guru Agama. Kamis, (15/08).


Mentawai. FigurNews- Sat Reskrim Polres Mentawai berhasil mengungkap Kasus penganiayaan seorang Guru Agama, Temazatulo Giawa (39) di Hotel Kristin, Desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara, kabupaten kepulauan Mentawai pada bulan Juli 2019 lalu.

Setelah di lakukan pengembangan dan penyelidikan oleh Jajaran Reskrim, Kasus tersebut bermotif pencurian dan kekerasan (Curas).

Kapolres Mentawai, AKBP. Hendri Yahya menyebutkan Pelaku bernama Akbar Ali (20) Alias Viktor Asal Desa Bosua, kecamatan Sipora selatan di tangkap pada hari Senin, (12/08) di dusun Puro, Desa Muara Siberut, kecamatan Siberut Selatan, Mentawai.

“Pelaku sudah berhasil kita tangkap setelah melacak nomor Hp milik korban yang dibawa kabur dan status pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka” kata Hendri Yahya saat press realese di mako polres mentawai, Kamis (15/8).

Ia menerangkan, kejadian Curas di penginapan Kristine pada bulan Juli lalu tepatnya, Rabu (17/7) dini hari, Ternyata sebelumnya tersangka sudah mengintai korban yang merupakan salah satu bendahara sekolah di Desa Saibi Samukop, kecamatan Siberut Tengah itu.

Aksi tersangka dilakukan dengan cara memanjat pintu Jendela yang sedang terbuka. Sesampai di kamar Korban, Tersangka mengambil Handphone jenis Oppo milik korban, saat tersangka meninggalakan kamar, korban terbangun dan tersangka langsung memukul kepala korban dengan asbak karang yang runcing akibatnya, Korban mengalami luka robek di kepala dan mengeluarkan darah.

"Antaman itu, membuat korban pusing dan mengalami pendarahan di bagian kepala,  korban langsung tergeletak di tempat tidur dalam kondisi berlumuran darah yang dibaluti dengan alas kasur. Dimana awalnya pelaku bukan hanya mengintai Hp saja, tapi juga mengintai uang si korban, namun gagal pelaku mengambilnya," tambahnya.

Dari kejadian tersebut tersangka berhasil membawa kabur telepon genggam milik korban dan barang bukti (BB) asbak rokok yang  di buang di sekitar penginapan. kemudian bantal yang berceceran darah, alas kasur, selimut dan pakaian korban sudah di amankan polisi beserta tersangka untuk di lanjutkan ke pengadilan, terang Hendri Yahya.

Hendri yahya mengatakan, keterangan dari tersangka perbuatan pencurian dan kekerasan itu di lakukan bukan satu orang, di duga ada dua orang lagi, namun belum di ketahui apakah dia otaknya atau di suruh orang lain, tapi kasus tersebut masih di kembangkan.

Perbuatan yang dilakukan tersangka melanggar pasal 365 ayat 2 angka 1 dan 4 KUHP pidana terancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Wartawan : Erik Virmando

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre