Breaking News

OJK Nilai Jasa Keuangan di NTT Dalam Kondisi Sehat


Kupang, (NTT) FN -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT dalam evaluasi perkembangan sektor jasa keuangan sampai Mei 2019, menunjukan bahwa jasa keuangan di NTT baik itu Bank Daerah (BPD NTT) maupun 12 BPR, dalam kondisi sehat. Perkembangan ekonomi keuangan di NTT sampai posisi Mei 2019 total aset perbankan sudah mencapai Rp 37 triliun dengan kredit Rp 30 triliun dan dana pihak ketiga Rp 27 triliun.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan( OJK) NTT, Robert Sianipar menyampaikan hal ini pada pertemuan bersama dengan kalangan media dalam acara "Baomong Dengan Media" di Kupang, Selasa (9/7/2019). Hadir saat ini Perwakilan BI NTT, Perwakilan Kementrian Keuangan RI, pimpinan perbankan di NTT, Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawa.

Robert menjelaskan, acara "Baomong Dengan Media" merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya dimana bersama OJK dan BI sama-sama berdiskusi terkait perkembangan ekonomi Tri Wulan II.

Dijelaskan Robert, berangkat dari tugas dan fungsi OJK yakni mengatur, mengawasi, melindungi sektor jasa keuangan.  Maksudnya agar di sektor keuangan yang didalamnya perbankan, pasar modal dan industri keuangan dan BUMD,  agar bisa berjalan teratur untuk mendukung perekonomian daerah khusus di NTT. Perkembangan jasa keuangan  sampai posisi Mei 2019 total aset perbankan sudah mencapai Rp 37 triliun dengan kredit Rp 30 triliun dan dana pihak ketiga Rp 27 triliun.

"Ini menunjukan seluruh industri dan jasa keuangan dalam keadaan baik atau sehat seperti BPD NTT dan 12 BPR. Demikian pula indikator-indikator keuangan utama relatif terjaga kisaran 2 persen lebih masih jauh dibawa ambang batas 5 persen," kata Robert.

Menjadi konsentrasi OJK, demikian Robert, tetap pada  hal bagaimana mendorong pertumbuhan kredit.  Target OJK di 2019 sesuai  fungsi dari sektor keuangan soal mendorong penyaluran kredit. Secara prosentase pertumbuhan kredit masih baru 1,54 persen dalam rentang waktu Desember 2018-Mei 2019 padahal target 11 persen.

"Ini yang perlu sinerjitas bahwa sektor jasa keuangan bukan saja kuat saja. Tapi kuat, kompetitif dan kontributif. Tidak hanya kuat dengan ratio permodalan terjaga, individu jasa keuangan sehat tapi kontributifnya apa. Harus sinerji dengan program ekonomi di daerah. Di NTT lokomotif ekonomi daerah sektor pariwisata maka jasa keuangan menyalurkan kredit untuk menopang pariwisata," harapnya.

Tugas OJK lain, kata Robert, soal bagaimana edukasi dan perlindungan konsumen. OJK sudah melakukan dalam tahun 2019 di 11 tempat berbeda dalam konteks edukasi. Terakhir ke Borong, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya dan Larantuka. Tema yang menjadi tematik edukasi OJK 2019 menyasar ke UMKM, Perempuan dan mahasiswa.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinas Koperasi untuk hadirkan 100 UMKM untuk sosialisasi mengenai produk jasa keuangan. Ini penting  semakin gencar kita lakukan edukasi karena investasi ilegal masih terus terjadi. Makanya  media diharapkan mengedukasi masysrakat agar tidak tergiur dengan investasi ilegal," katanya.

 Mengenai perlindungan konsumen, kata Robert,  perlu edukasi karena setiap jasa keuangan itu harus selaras. Apabila tidak ada kesepahaman antara nasabah dan jasa keuangan maka OJK mengatur agar diselesaikan dahulu dalam 20 hari kerja jadi pengaduan jangan langsung ke OJK.(ER).

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre