Breaking News

Dipalak dan Dipukuli Petugas, Napi Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping Masuk UGD, Beginilah Ceritanya

Foto Kantor Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping (doc;figur)

Pasaman, (Sumbar), FN--Diduga telah terjadi tindakan kekerasan bahkan penganiayaan yang dilakukan oleh petugas atau sipir terhadap narapidana (napi) di Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping, Kamis (14/02).

Beginalah Ceritanya, ungkap eko yang merupakan keluarga dari pihak korban, seorang pria yang berinsial B merupakan petugas di Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping itu memukuli dan menganiaya seorang Napi yang berinisial  R pada pagi hari. 
Kepala Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping diwawancarai oleh Wartawan Media Online FigurNews

Tidak itu saja, usai memukuli R, pelaku B ternyata juga meminta uang korban. Uang Rp100 ribu milik  korban yang rencananya bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di dalam rutan, malah diduga diambil paksa oleh pelaku.

Melihat kejadian itu pihak keluarga langsung menemui Edi Kasman Kepala Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping untuk memastikan kejadian itu. 

Setelah dijumpai Pihak Korban dengan Edi Kasman ternyata memang terjadi penganiayaan terhadap korban. Tidak senang dengan perlakuan B, pihak korban menginginkan untuk dilakukan visum.

Bukannya segera di visum, tapi Edi Kasman malah berusaha menenangkan Pihak Korban agar tidak dilakukan visum. Alhasil Kepala Rutan Kelas II Lubuk Sikaping tidak bisa membendung hasrat dari keluarga korban untuk dilakukan visum di RSUD Lubuk Sikaping sekitar pukul 14.30 korban dibawa ke Rumah Sakit. 

“Kita tidak terima atas tidakan penganiayaan yang dilakukan petugas penjaga ini. Makanya kasus ini bakal kita bawa ke ranah hukum. Biar tau rasa palaku, begitu juga kepala Rutan yang tidak bisa mendidik anggotanya,” kata Eko, kak sepupu korban.

Diakui Eko, saat keluarganya mengklarifikasi kejadian naas ini kepada korban, ia mengaku kejadian naas ini terjadi Kamis (14/2) pagi. Sebelum kejadian, pelaku (B)  bertugas di shif Rabu (13/2) malam hingga Kamis pagi.

“Akan tetapi, saat pergantian shif, entah apa yang terjadi, korban ( bersama salah satu napi lainnya dipanggil pelaku. Tahu-tahunya, ia meminta uang Rp100 ribu. Adik saya (korban) di bawah tekanan pun memberikan uang belanjanya. Uang ini diambil pelaku, kemudian pelaku pun main tangan. Kepala adik saya dipukuli beberapa kali. Saya tegaskan, uang ini sudah pindah tangan dari tangan adik saya ke tangan pelaku,” kata Eko.

Menanggapi hal ini, Pegawai sipil (B) langsung dipanggil Kepala Rutan, Edi Kasman. Kepada awak media, (B) mengaku tidak ada memukul begitu juga dengan melakukan pungutan liar. Menurutnya, ia hanya melakukan apel pergantian shif.

“Ini masalah internal kami, saya di SK kan. Tidak saya memukul, tidak ada saya pungli,” kata Wendra.

Ironisnya, saat diklarifikasi Kepala Rutan, Edi Kasman, ternyata pelaku memang melakukan pemukulan. Bahkan, Edi Kasman mengaku uang yang diminta itu diminta untuk Narapidana lain.

“Saya sudah mendidik petugas ini supaya tidak melanggar aturan. Sekarang ini terjadi, berani berbuat, berani tanggung jawab. Pada intinya, saya sangat menyayangkan hal ini terjadi dan saya serahkan semuanya kepada keluarga korban untuk proses visum dan tindakan penyelesaian selanjutnya,” tukas Edi. (Eq)


No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre