Breaking News

Program Presiden Jokowi "Dilecehkan" Oleh Bawahannya

Pak Yulidi RT 004/RW 008 dan warga Gates Syafri Sura atau panggilan akrabnya pak Oyon Sikumbang  di warung bu Yanti.

Padang(Sumbar),FN - Memang patut jadi acungan jempol pada Bapak Ir. H. Joko Widodo President RI yang ke 7. Yang mana program kerjanya berjalan sesuai yang dijanji pada Pilpres 2014 yang lalu dalam upaya menggiatkan pembangunan Infra Struktur diberbagai bidang. Dan ini dibuktikan pembangunan beberapa Pelabuhan, Bandara, Jalan Kereta Api, Jalan Tool dan termasuk pembangunan lainnya. Sedang program pembuat sertifikat tanah pun tidak ada pembayaran alias digratiskan khusus masyarakat yang kurang mampu.

Namun hal itu tidak dibarengkan pelaksanaan oleh para bawahannya dibeberapa daerah, seperti di Sumatera Barat khususnya Kota Padang. Salah satunya tentang sistim pengurusan Sertifikat Tanah dengan nama Program PTSL tanpa dipungut bayaran. Dalam program tersebut, Presiden Jokowi memerintahkan pada BPN untuk membantu masyarakat yang tidak mampu membayar dalam menerbitkan Sertifikat Hak Milik.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Gates Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, yang mana para masyarakat yang telah dilaksanakan pengukuran oleh BPN Padang belum juga tuntas hingga saat ini. Hal ini diungkapkan oleh beberapa tokoh masyarakat dan juga para pemilih tanah tersebut menyampaikan pada Figurnews.com. Pada hal mereka telah melengkapi persyaratan yang harus mereka siapkan sesuai ketentuannya.

Dalam kesempatan tersebut, Oyon Sikumbang sangat menyesali para pegawai BPN Padang yang telah melakukan pengukuran beberapa tanah masyarakat di Bukik Lampu Kelurahan Gates Nan XX Padang.

"Kami telah menyerahkan persyaratan serta semua surat - surat pada pegawai BPN Padang. Dan mereka telah melakukan pengukuran, namun hingga saat ini belum juga ada penjelasan hingga sa'at ini," ungkap Syafri Sura panggilan akrabnya Oyon Sikumbang.

Hal senada juga diutarakan oleh pak Yulidi Ketua RT 004 RW 008 Kelurahan Gates Kecamatan Lubuk Begalung Padang.

"Memang jadi tanda tanya sama saya, kenapa sertifikat masuk program PTSL atas instruksi Jokowi pada BPN di seluruh Indonesia. Namun prgram tersebut, seolah-olah dileceh oleh beberapa oknum," papar Yulidi pada Figurnews.com.

Namun disinggung persoalan tersebut, Yulidi juga menjelaskan tentang program tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah pada masyarakat  dalam pengurusan sertifikat.

Afriyenti juga menyesali atas todak keluarnya sertifikatnya, pada hal telah habis-habisan melayani mereka. Namun apa yang diharapkan, hanya tiinggal mimpi.

"Saya melayani mereka dengan baik dengan memberi makan minum dan diperkirakan sekitar 2 juta. Tapi kenyataan hanya kecewa saya dapati, apa yang saya harap jauh dari kenyataan," ungkap Yanti dengan kesal pada awak Figurnees.com.

Sekaitan itu, juga mempertanyakan Rosail Akhiyar sebagai Camat Lubuk Begalung.

"Memang saya dihubungi masyarakat dan RT tentang persoalan tersebut. Dan juga saya pernah menanyakan hal ini dalam rapat staf pemko dengan BPN dan kenapa belum juga diberi hak mereka. Mereka menjelaskan tentang persoalan PTSL, namun hingga sa'at ini belum ada jawaban mereka," terang Rosail via telpon.

Namun ketika wartawan Figurnews.com mempertanyakan  hal ini pada pak Teddy dari BPN Kota Padang sekaitan program PTSL.

" Memang hal itu kami laksanakan sesuai inntruksi pusat tentang program PTSL tersebut. Namun ada beberapa sertifikat bermasalah dan tidak diterbitkan. Dan program untuk ini sudah habis dan panitia sudah dibubarkan,"ujar Tedi kentusnya diruangan BPN Padang.

Figurnews.com juga menanyakan apa sulusinya sekaitan belum juga sertifikat mereka belum juga diterbitkan, pada hal mereka telah menyerahkan surat dan kelengkapannya bagi mereka.

"Kalau hal itu, saya tidak memberi jawabannya. Tapi usulkan pada mereka untuk menyurati kepala BPN Padang sekaitan hal ini," terang Tedi dengan entengnya.(tim)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre