Breaking News

Kuda Lumping Masih di Sukai Masyarakat Mentawai



Foto: Atraksi Kuda Lumping pada acara pernikahan salah satu warga di Desa Mara, Sipora selatan, Mentawai. [E. Virmando-figurnews.com]


Mentawai (Sumbar),FN - Adegan makan kembang (bunga), menyemburkan air, hingga memakan pecahan kaca yang dilakukan oleh pemeran kesenian kuda lumping rupanya masih diminati sebagian masyarakat di desa Mara, kecamatan Sipora selatan, kabupaten Mentawai.

Kesenian tradisional Jawa ini memang cenderung ekstrem dalam beradegan. Dengan alunan musik yang khas dari tetabuhan gong, kendang, dan gamelan, serta sesekali diikuti suara khas dari salah satu pemeran membuat suasana menjadi lebih hidup.

Kali ini, tak cuma orang dewasa saja, nampak sekitar remaja yang ikut menari dibatas kuda mainan yang terbuat dari kulit binatang. Bahkan di antaranya nampak kesurupan dan memakan kaca.

"Dalam kesenian ini sangat menghibur karena ada cerita lucuan dengan bahasa Jawa. Terlebih ada juga pemeran yang kesurupani. " kata Kartini saat menyaksikan antraksi di tempat tersebut. Jum'at, (8/12)

Terpisah, Darmono Ketua Kesenian Pakuyuban kuda lumping tirta kencana mengatakan kuda lumping beranggotakan 40 orang terdiri 10 orang bidang musik (Gamelan), 4 Orang bagian sajian, 16 orang penari, 1 orang Pawang (Gambuh) dan lainnya sebagai pelengkap.

Peranan Gambuh dalam kuda lumping disebutkan sebagai pengendali dari semua penari. Gambuh sendiri biasanya memasukan  dan mengeluarkan mistis di dalam tubuh penari. Dimana penari bergerak di luar kesadaranya.

" Pawang dapat mengkondisikan orang Mabuk dan juga menyadarkan orang mabuk. Tarian sesuai bunyi gendang. Dan kita sudah mengurang beberapa antraksi yang nanti di kwatirkan kepada masyarakat yang tidak sanggup melihat. " katanya Mantan Kepala Desa Sipora Jaya/SP-I, Tahun jabatan 2000-2012. 

Kuda lumping sendiri di katakan sudah ada sejak Mentawai menjadi beberapa tempat wilayah Tranmigrasi puluhan tahun lalu. Dan untuk pengurus tentunya sudah menjadi tradisi atau turun temurun di Mentawai. Bagi pengurus dan tim sendiri tergabung dari Desa Bukit pamewa/SP-III. 

" Saya sudah bergabung selama 4 tahun dari tahun 2015. Kuda lumping sendiri, karena ini adalah tarian dari budaya Jawa tentunya sudah ada sejak beberapa di wilayah Mentawai di jadikan Pemerintah sebagai tempat daerah Transmigrasi. " paparnya.

Kemudian di sebutkan pergelaran Kuda Lumping biasanya untuk menyambut 1 Muharram dan Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Adapun pergelaran lainnya ketika aada hari besar RI serta juga acara pernikahan Masyarakat di kabuapten kepulauan Mentawai. (EV)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre