Breaking News

Kepala Bappeda: Wujudkan KLA, Mulai Pembangunan dari Unsur Terkait


Foto: Seminar KLA di Aula Bappeda. Senin, (3/12). [E. Virmando-figurnews.com]

Mentawai (Sumbar), FN- Demi terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mentawai Naslindo Sirait dorong partisipasi unsur terkait yang meliputi keluarga, desa dan semua kecamatan agar tercapainya KLA di Kabupaten kepulauan Mentawai.

" Saat ini kita dapat melihat kekerasan terhadap anak baik itu di Mentawai maupun di Indonesia. Karena itu Indonesia di katakan Darurat perlindungan anak. Maka pada itu  hak- hak anak perlu di penuhi sebagai masyarakat. Dalam rangka itulah kita ingin membangun Kabupaten Ramah anak atau KLA.  Dimulai dari Pengerasan utama yaitu Pembangunan, dimana nanti program pembangunan itu tidak lepas dari hak-hak anak dan perlindungan kepada anak. " ungkapnya kepada figurnews.com.  Selasa, (4/12) di Aula Bappeda.

Dalam menghadapi Zaman kemajuan Teknologi Naslindo mengatakan, orang tua sebagai pemeran penting dalam berkomunikasi dengan anak. Pola asuh yang salah di sebutkan membuat komunikasi tidak baik. Pasalnya apabila Komunikasai tidak baik anak selalu mengambil jalan pintas untuk bermain di media sosial. 

" Kita dapat melihat dari kemajuan Zaman Digital banyak pengaruhnya pada anak itu, kekerasan pada anak melalui Media Sosial ini, kalau ini tidak kita edukasi orang tua atau anak itu sendiri. Maka, peningkatan kekerasan itu lebih besar lagi. Karena itu adalah tanggung jawab untuk melindungi anak  adalah orang tua. Mulai dari Pola asuh harus dan komunikasi yang baik orang tua dan anak. " katanya.

Seterusnya di katakan Pola asuh yang salah seperti memakai cara komunikasi lama ataupun kaku, sangat mempengaruhi pendekatan kepada anak. Akibatnya Predator anak dengan mudah memanfaatkan ksempatan yang  merugikan anak tersebut.

" Pola asuh yang salah maka komunikasinya tidak nyambung. Generasi sekarang, sebagai Generasi Gadget itu, ciri khas yang suka bermain mereka suka bebas, kreatif dan inovatif sementara orang tua masih memakai yang sifatnya Tradisional dan kaku dan ketidak nyambungan itu, membuat anak cenderung Stres.mencari penyelesaiannya itu di Media Sosial. Di saat itulah kesempatan bagi para Predator untuk memangsa mereka. Maka disana orang tua harus melihat di gital untuk mengikuti perkembangan mereka. " terangnya.

Selain itu Naslindo menghimbau pemerintah dari Struktur kependudukan mengatakan Jumlah anak berkisar 36 persen, apabila pemerintah mengimplementasikan pembangunan terhadap anak berarti Pemerintah sudah membangun KLA. Dan untuk mencapai generasi berkualitas pada tahun 2030. 

" untuk mencapai Bonus Demokrafi anak berkulitas pada 2030 nanti, kita harus persiapkan dari sekarang. Dan jika Pemerintah membangun anak berarti Pemerintah sudah membangun Mentawai. Namun jika kita tidak persiapkan itu mulai dari sekarang, maka mereka hilang karena menjadi korban kekerasan. " paparnya.

Pembangunan infrastruktur di pemerintahanpun di upayakan adanya mengandung unsur menuju KLA tersebut. Dan ia berharap program tersebut berkelanjutan. Demi terpenuhinya kebutuhan hak-hak dari anak agar menjadi Produktif.

Melalui penyusunan Regulasi baik Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup) untuk menjadi satu kesatuan Stake holder dalam menciptakan berupa larangan seperti Larangan merokok,  dan waktu larangan memakai Gadged. Dan nantinya akan menjadi sebuah gerakan dari Rt, RW, Desa, Kecamatan dan Kabupaten  bahwa anak itu sebagai aset di masa yang akan datang atau menjadi budaya sebagai kabupatayen Layak Anak.

" Saat sudah ada aturan itu maka kita semua berperan akrif untuk menjaga anak. Walaupun itu bukan anak kita. Ketika sudah ada kesadaran kita maka akan terwujudnya kabupaten layak anak. " tegasnya.

Demi menjaga kearifan lokal, Naslindo juga mengapresiasi tentang hukum adat yang efektif dalam melakukan perlindungan anak tergantung tingkatan kekerasan tersebut. Apabila kekerasan sudah memakan korban tentunya di selesaikan kepada pihak yang berwajib.

" hukum adat sebagai bentuk kearifan lokal, namun sebenarnya kita lebih kepencegahanya agar tidak terjadi kekerasan seperti perlindungan anak, tumbuh dan berkembang. Kalau itu sudah kita lakukan maka itu sudah mengurangi kekerasan dari pelaku terhadap korban nantinya." Katanya.

Naslindo menghimbau masyarakat bahwa penyebab dari perkembangan Teknologi dan lingkungan yang selalu berubah akibatnya  kejahatan itu bisa saja dari orang terdekat. Maka orang tua harus mengawasi dengan teliti. Dan juga masyarakat dan penegak hukum merespon cepat laporan tersebut. (EV)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre