Breaking News

Jelang Akhir Tahun, Perindagkop Mentawai Sampaikan Capaian Kinerja


Foto: Tempat pemasaran Kerajinan dan Oleh-oleh kelompok usaha masyarakat di depan Disperindagkop. Rabu, (19/12). [E. Virmando-figurnews.com]

Mentawai (Sumbar), FN- Dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) menyampaikan capaian kerja dalam bidang perindustran, perdagangan dan koperasi. Pencapaian berbagai aspek pada tahun 2018 di setiap bidang guna meningkatkan ekonomi masyarakat di kabupaten kepulauan Mentawai. 

Hal itu di katakan Kepala Disperindagkop Elisa Siriparang serta 3 pegawai bidang jajaran diruangannya. Rabu, (19/12), Capaian kerja pada bidang Industri telah adanya Industri batik dan Industri Kelapa. Bidang Industri batik di sebutkan telah memproduksi jenis batik seperti Batik Tulis, Cap, dan batik Sulang. Sedangkan bidang industri kelapa dikatakan telah adanya pengelolaan minyak kelapa di Berulou, Taraet, dan Bosua.  

“ Melalui industri kecil menengah seperti batik tulis dan cap. Tahun depan kita akan membuat kelompok lagi 7 orang untuk batik sulap di sikakap dan sioban. Sementara cap dan tulis di di siberut dan sipora utara. “ ungkapnya.

Selain itu di sebutkan pihaknya sudah membina sebanyak seribu masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) yang terbagi di setiap kecamatan serta memeberikan pelatihan kepada 50 orang ibu rumah tangga di 10 kecamatan di Mentawai. Pelatihan diantaranya pengolahan umbian atau barang mentah (SDA) seperti keladi, sagu dan pisang. lebih lanjut, pembinaan melalui kerja sama dengan PLN, Telkom, Semen Padang, dan Bank Nagari. Dan itu adalah upaya Perindagkop untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. 

“ kita tingkatkan UMKM guna meningkatkan ekonomi keluarga. Dari jumlah 1000 orang UMKM di kabupaten kepulauan Mentawai di setiap kecamatan, kita tingkatkan lagi tahun depan menjadi 1500 atau 2000 orang per 10 sampai 15 kelompok di kecamatan, saya yakin tidak ada lagi penganguran di Mentawai. Tujuan kita adalah karena UMKM inilah pondasi untuk meningkatkan ekonomi Masyarakat. Dan tidak luput juga dengan niat masyarakat tersebut. “ tambahnya.

Sedangkan di bidang Koperasi ia katakan, ada 25 koperasi aktif dan 58 tidak aktif dengan jumlah 83 koperasi . Pihaknya akan mencabut Koperasi yang tidak ada dampak kepada masyarakat. Lain halnya dengan koperasi yang mempunyai pengaruh itu akan di tingkatkan oleh Perindagkop. 

Sementara di bidang perdagangan pihaknya sudah membuat Tol laut artinya akses untuk membawa usaha masyarakat di dalam maupun di luar wilayah kepulauan Mentawai. Adapun kelemehan sekarang tol laut berada di Sikakap saja, sedangkan menuju di setiap pelabuhan di Kecamatan Mentawai tidak lalui. Namun pihaknya akan berupaya agar Tol laut berada di setiap kecamatan di kabupaten kepulauan Mentawai. 

“ Kopra, Rotan, Cengkeh, dll dan masyarakat sudah memulai membawa hasil bumi itu kepadang melalui agen-agennya. Lalu kita hanya kontrol. Dan kita sudah rekomendasikan kapal Dinas Perhubungan agar barang usaha kelompok tidak di pungut biaya. “ terangnya. 

Selain itu di katakan krab senter sebagai tempat penjualan kelompok masyarakat selama 3 bulan sudah mencapai penjualan hingga Rp. 100 juta. Disprandagkop di katakan tidak megambil untung dari masyarakat. Seterusnya ada 2 orang yang telah di tugaskan disana, dan mereka sudah di berikan gaji perbulan. 

Adapun tentang pemasaran usaha kelompok masyarakat pihaknya sudah bekerja sama beberapa tempat di kota padang. Dan pihaknya bekerja sama dengan Ketua Deskrana dan PKK Rosmaida Yudas. Hal itu terlihat ketika kualitas makanan Olahan produk lokal Mentawai tidak kalah bedanya dengan Produk di daerah lain. 
   
Harapan Perindagkop kedepannya melalui kerjasama dengan pihak terkait, Krab senter sebagai wadah pemasaran produk olahan kelompok masyarakat kedepannya dapat bekembang dengan baik dan juga dapat memenuhi snak pada beberapa kegiatan Pemda di Mentawai. (EV) 


PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre