Breaking News

Gempa 4,7 SR di Tenggara Pulau Sipora, BPBD Mentawai: Redam Kepanikan Warga Mapaddegat


Foto: Kabid Kedaruratan dan Logistik saat bersosialisasi dengan Kepala Desa Tuapejat, Ketua PB, Ketua Pemuda Mapaddegat dan Masyarakat sekitar. Kemaren, (29/12). [E. Virmando-figurnews.com]

Mentawai (Sumbar), FN- Gempa berkekuatan 4,7 Skala Richter (SR) cukup membuat panik warga dusun Mapaddegat, pasalnya gempa pada Sabtu, (29/12) pukul 23.12 wib itu membuat warga mengungsi di daerah dataran tinggi tepatnya di areal Gereja Pniel, Desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara, kabupaten kepulauan Mentawai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai Amir Ahmari mengemukakan bahwa gempa berasal arah Tenggara Pulau Sipora dengan jarak dari bibir pantai Tuapejat sekitar 38 Km serta kedalaman 30 Km dan kekuatan Magnetudo 4,7 SR.

Ia menyebutkan hampir seluruh warga pesisir dusun Mapaddegat mengungsi. Lebih lanjut di katakan ini sebagai bentuk kesadaran masyarakat tentang ancaman gempa dan Tsunami. Selanjutnya hal tersebut merupakan bentuk kesadaran dari berbagai kegiatan yang telah di lakukan seperti Simulasi Bencana di setiap daerah di kepulauan Mentawai.

Amir menghimbau masyarakat di pesisir pantai selalu tetap siaga apabila terjadi gempa. Menurutnya apabila dalam satu jam tidak ada gempa susulan masyarakat dapat kembali kerumah, tentunya dengan status Waspada.

“ Setelah 30 menit dari 23.12 wib gempa terjadi dan Informasi dari BMKG tidak ada Gempa susulan dan sekarang sudah 1 jam lebih juga tidak ada. Nah, masyarakat sudah dapat kembali pulang. Namun tetap waspada. “ katanya.

Sementara kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Penaggulangan Bencana (PB) di tingkat dusun, desa, kecamatan selalu mengawasi keadaan seperti darurat tersebut. Seterusnya di katakan Pihak KSB selalu berkoordinasi dengan BPBD salah satu apabila ada kegiatan seperti Simulasi.

“ Kami selalu mengundang pihak KSB dan Masyarakat apabila ada simulasi, dimana apabila ada bencana disinilah Aksi dari tim KSB Desa yang melakukan penanganan kepada Masyarakat. Dan selanjutnya nanti baru kita bersama-sama melakukan penanganan itu. “ paparnya.

Ketua kelompok KSB dan PB Jonar Tamba mengatakan, pihaknya sudah saling berkoordinasi dengan pihak Pusat pengendalian Operasi Penangulangan Bencana (Pusdalops) BPBD dan 9 dusun yang tersebar di desa Tuapejat. Diantaranya dusun Pukarayat yang terbilang dusun terpencil. Sedangkan dikatakan Alat Komunikasi berupa Radio Hotel Tanggo mampu terhubung di 9 dusun di Tuapejat.

“ Kita sudah Instruksikan kepada 9 Tim PB yang terbagi di setiap dusun yakni dusun Jati, Kem, Kampung, Tuapejat, Karoniet, Mapaddegat, Toronia, Berkat, dan Pukarayat. Sementara ada 7 dusun yang berada di Pesisir pantai yakni dusun Pukarayat, Berkat, Mapaddegat, Jati, Kampung, Tuapejat dan Kem. Dan hanya 2 dusun yang berada di ketingian yaitu Toronia dan Karoniet.” ungkapnya yang kerap di sapa Tamba itu.

Tamba menghimbau tim PB di setiap dusun untuk tetap waspada. Di laporkannya bahwa dari seluruh dusun di tuapejat ada 2 dusun yang melakukan evakuasi warga Mapaddegat dan Pukarayat, dusun lainya dikatakan siaga di tempat menunggu Informasi dari Pusdalop BPBD dan BMKG. (EV)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre