Breaking News

Iran: Muslim Perlu Bersatu Lawan AS

Presiden Hassan Rouhani. (Foto Reuters)

DUBAI.FN- Presiden Hassan Rouhani, hari ini mendesak umat Islam seluruh dunia bersatu melawan Amerika Serikat, bukan 'membentangkan karpet merah kepada penjahat'.

Mei lalu, Washington memberlakukan kembali pembatasan atas Teheran, setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir internasional 2015 dengan Iran yang menyaksikan pembatasan ditarik.

"Menyerah kepada Barat yang dipimpin AS adalah pengkhianatan terhadap agama kita, dan terhadap masa depan generasi wilayah ini.

"Kita memiliki pilihan apakah membentangkan karpet merah untuk penjahat atau berdiri teguh menentang ketidakadilan dan tetap taat kepada Rasulullah, Quran dan Islam," kata Rouhani, merujuk ke Arab Saudi dan negara Teluk lainnya yang memiliki hubungan dekat dengan AS.

Dia mengatakan ini pada konferensi internasional tentang persatuan Islam di Teheran, dalam pidato siaran langsung.

Iran dan Arab Saudi adalah musuh regional dan mendukung pihak bertentangan dalam konflik di Suriah dan Yaman dan memiliki partai politik berbeda di Irak dan Lebanon.

"Kami siap membela kepentingan orang-orang Saudi dari kekerasan, serangan dan kekuasaan.

"Kami juga tidak meminta bayaran US $ 450 miliar (Rp 6.543 triliun) untuk melakukannya," katanya, mengacu pada kontrak Arab Saudi dengan AS. 



# Rita | Reuters

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre