Breaking News

Wisata Goisooinan Mentawai, Peluang Usaha Bagi Kelompok Ibu

Mentawai (Sumbar),FN - Kreatifitas sebagian ibu-ibu terlihat saat mereka membentuk kelompok usaha dagang kecilan. Hal itu dilakukan sebagai penunjang kebutuhan pokok. Kelompok sebagian ibu yang di beri nama Moilemoile itu sudah berjalan 2 minggu di desa Goisooinan, kecamatan Sipora utara, kabupaten kepulauan Mentawai.

Sementara artinya Moile-moile berarti pelan-pelan, sebab nama itu tercipta karena mereka membuka usaha dengan modal kecil. Adapun kelompok moilemoile  terdiri dari 5 Orang Ibu-ibu yakni Jainidar, Erianti, Yusmargati, Rismawati, Saitiur. Di katakan mereka membentuk kelompok berawal karena terpikirnya, dengan kerja sama mereka dapat hasil yang lebih baik bersama kelompok. Tambahnya apabila banyak tenaga kerja tentunya akan mencapai hasil yang lebih maksimal. Jelasnya, bekerja secara Strukrural.

Selanjunya dikatakan dengan bermodal awal Rp. 500.000  dari setiap kelompok kini sudah berkembang. Dirincikan dari modal tersebut mereka sudah dapat menghasilkan uang sebesar Rp. 200ribu hingga 600ribu/hari. Adapun jualan  mereka seperti Makanan Miso, Lontong, Mie rebus/goreng, lotek, dan makanan tambahan serta aneka minuman.

Pengunjung warung Moilemoile berasal dari masyarakat setempat, tempat yang strategis sepert adanya lapangan Olahraga Bola kaki, Poli dan Takraw serta juga pengguna jalan lintas yang terkadang mampir. Sebab di katakan  desa Goisooinan merupakan jalan lintas penghubung 2 kecamatan di pulau sipora yaitu sipora utara dan selatan. di tambah Objek wisata pantai Goisooinan dan air Mancur yang setiap minggu banyak di kunjungi dari berbagai desa. Penduduk desa Goisooinan sendiri di berjumlah 800 Jiwa lebih.

Namun di sisi lain, kelompok molemole berkeinginan agar usahanya dapat berkembang lebih besar dengan Wacana diantaranya, mereka ingin kelompok Moilemoile dapat membuat tempat Grosiran dan  juga warung sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena apabila masyarakat belanja di pusat kota Tuapejat tentu membutuhkan biaya dan tenaga. Alasanya jarak Goisooinan dengan tuapejat yang jauh berkisar 12 Kilo meter.

Selain itu mereka berharap usaha tani masyarakat dapat terkelola dengan baik atau dapat menjadi penghasilan tetap masyaraka petani. Selama ini dikatakan harga Pisang, Sagu dan Keladi tergolong murah bahkan tidak ada yang membeli. Maka pihaknya merencanakan membuat tempat pengolahan pangan.

“Kami ingin apabila ada perhatian dari Pemda kami ingin mengembangkan usaha ini menjadi tempat grosiran dan juga tempat pengolahan Pangan, agar hasil tani kami dapat bernilai tentunya untuk masyarkat di desa Goisooinan. Selain itu kami juga ingin memebuat Kafe di tempat wisata yang terdapat di sini seperti Pantai Goisooinan dan  air mancur Pujujurung.” bebernya Jainidar kepada figurnews.com. Minggu, (28/10/2018). (EV)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre