Breaking News

SMAN 1 Kapur IX Diduga Melakukan Pungli Pada Wali Murid.

Kab. Limapuluh Kota(Sumbar),FN - Terjaringnya Oknum-oknum Dugaan Tipikor oleh Aparat Hukum melalui OTT (Operasi Tangkap Tangan) dan Pungli (Pungutan Liar) yang sering kita lihat di televisi dan Suirat Kabar Nasonal. Seharusnya kejadian dan kejadian itu menjadikan para oknum-oknum dan lainnya untuk tidak berbuat seenak perutnya saja.

Namun, kejadian tersebut diduga masih dilakukan oleh  ini sekolah- sekolah, contohnya saja SMAN 1 Kapur IX yang beberapa waktu lalu, wali murid Sekolah tersebut mengadukan persoalan ini pada Figurnews. Mereka menceritakan dan menyerahkan data-data yang didapat dari sekolah seperti, RAB 2016-2017, 2017-2018 serta selebaran mengenai Jadwal Daftar Ulang Kelas XI & XII TP 2017/2018  SMA N 1 Kec. Kapur IX

-Rapor Asli yang sudah ditanda tangani Orang Tua
-Harus Berpakaian Sekolah
-Membayar Komite Rutin Juli-Agus 2017        Rp.120.000,-
-Membayar Sumbangan Khusus                      Rp.250.000,-
-Total                                                                    Rp.370.000,-

Dari cerita wali murid tersebut ternyata uang sumbangan khusus itu buat membeli mobil sekolah. Dengan perincian Rp.20.000.000,- untuk ongkos membeli mobil ke Bandung sebanyak 3 orang. Beli Mobil Bekas tersebut sebesar Rp.510.000.000,- dan biaya sopir tambah minyak dijalan dari Bandung menuju SMKN 1 Kapur IX sebesar Rp.30.000.000,- kata wali murid itu menjelaskan.

Saya rasa beli mobil tersebut harganya kurang wajar, Masa Mobil Bekas tersebut seharga Rp.510.000.000,- dan Kenapa membelinya di Bandung, apakah didaerah Sumbar ini tidak ada yang menjual mobil Bekas dengan harga yang lebih Murah,, ucap wali murid itu menambahkan.

Dapat informasi tersebut, 23/10 Figurnews coba mengkonfirmasikan kebenarannya pada Rahmainar yang kebetulan Kepsek di SMKN 1 Kapur IX melalui hubungan seluler. Ketika ditanyakan Figurnews mengenai kegunaan uang tersebut pada Rahmainar.

“Uang itu, untuk membeli mobil buat sekolah," jawab Rahmainar.

Saat ditanyakan lagi kenapa uang Sumbangan Khusus tersebut diminta sebelum adanya rapat antara Pihak Komite dengan Wali Murid? 

"Waktu itu hanya ada rapat unsur pimpinan dan Komite," kata Rahmainar menjelaskannya.

Ifrizon Sekretaris Wali Nagari Koto Bangun yang juga selaku Ketua Komite di SMKN 1 saat itu ketika Figurnews mengkonfirmasikan masalah terebut mengatakan,”mengenai uang sumbangan Khusus tersebut adalah uang titipan katanya menjelaskan. 

Ketika ditanyakan mengenai berapa harga mobil tersebut pada Ifrizon,” harganya Rp.510.000.000,- di Bandung  belum termasuk biaya beli minyak ke sekolah, ucapnya menambahkan.

Padahal dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Barat No. 31 Tahun 2018 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Di pasal 12 yang mengatakan, (1). Komite Sekolah Melaksanakan Rapat Bersama orang tua/wali peserta didik untuk membahas Proposal. (2). Orang tua/wali peseta didik dapat berpartisipasi memberikan Sumbangan Secara Sukarela. (3). Pelaksanaan Penggalangan Sumbangan tidak dikaitkan dengan persyaratan kegiatan akademik peserta didik.

Yang menjadi pertanyaan, 1. Kenapa uang harus disetor duluan, padahal rapat komite belum diadakan. 2. Kalau uang itu sejenis Sumbangan kenapa harus membayar dengan patokan yang sama Rp.250.000,-/anak. Untuk menjawab pertanyaan dari wali murid, mungkin pihak berwenang mau menelusuri keresahan yang terjadi belakangan ini.   (FN 053/FN 002)

3 comments:

  1. Astagfirullahhalazim, jangan mudah mengatakan pungli, saya siswa SMAN 1 KEC. KAPUR IX. TIDAK PERNAH melihat adanya pungli di SMAN 1 KEC. KAPUR IX

    #STOPBERITAHOAX

    ReplyDelete
  2. Astagfirullahalazim, jangan mudah perccya dan memberitakan hal yang kebenarannya tidak diketahui, saya murid SMA NEGERI 1 kec. Kapur IX sangat merasa tidak enak dengan fitnahan terhadap kepala sekolah kami, memang ada pengadaan mobil itu, tapi sebelumnya sudah disepakati oleh orang tua kami, saya memberani jamin kalau kepala sekolah kami tidak pernah memakan uang itu untuk dirinya pribadi melainkan untuk fasilitas kami yang tak bisa diberikan pemerintah, terima kasih
    Asslamualaikum wr wb

    ReplyDelete
  3. Astaghfirullahalaziim. Mohon hentikan berita hoax. Apa yang diberitakan ini tidaklah sama dengan realita yg trjadi di sekolah kami. Benar Yang dikatakan oleh teman saya tadi, ini sebelumnya sudah disepakati oleh orang tua kami. Kami sebagai siswa/siswi di SMA trsebut tau betul perkembangan dari sekolah kami, dan kamipun juga mendukung kebijakan dari sekolah. Jadi, tolong jangan terima laporan ataupun informasi dari sebelah pihak, apalagi informasi yang tidak jelas seperti ini. Terima kasih.

    ReplyDelete

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre