Breaking News

Realita Transportasi Tuapejat, Ojek Pangkalan Masih di Minati

Mentawai,FN - Zaman yang  serba canggih seperti kota besar telah lama bermunculan berbagai macam Teknologi aplikasi informasi pendukung, bidang Transportasi umum. Salah satunya aplikasi Ojek Online.

Kelebihan itu tentunya kebutuhan bagi mereka yang super cepat. Berbeda dengan Tuapejat, ibu kota kabupaten kepulauan mentawai. Ojek pangkalan masih menjadi kebutuhan bagi para Wisatawan ketika berkunjung ke tempat objek wisata di Mentawai.

Hal itu di ungkap oleh Sekretaris Persatuan Ojek Tuapejat Indah ( Poti) Harianto Sihombing kepada figurnews.com, Saat melakukan Rapat Evaluasi kerja Poti di Pelabuhan Tuapejat, kecamatan Sipora utara, kabupaten Kepulauan Mentawai. Minggu (28/10).

Organisasi Poti yang di bentuk pada (31/3/2017) lalu itu di katakan berjalan Normal. Berbeda dengan kota besar lainnya di luar kabupaten Mentawai. Persaingan ojek Pangkalan dengan ojek Online menjadi hal yang perlu di pertimbangkan.

Tidak itu saja, ojek Online mengurangi sekali pendapatan transportasi umum  seperti Angkutan kota jenis kecil sedang dan besar.

Infrastruktur jalan raya yang  masih terbatas di tambah dengan pengguna transportasi umum yang masih minim, menjadi kesempatan  baik bagi Poti.

Bagaimana  tidak, dalam satu hari di katakan  Ojek berpenghasilan Rp. 100rb hiingga 150rb/hari. Jumlah Organisasi Poti sebanyak 30 orang  di kecamatan Sipora utara dan tersebar di lima desa.

Poti sebagai jasa transportasi umum memberikan pelayanan yang nyaman bagi penumpang, dengan aturan organisasi yang telah di sepakati bersama itu bertujuan guna tercapainya kinerja tim yang profesional. Hak dan tanggung jawab merupakan perjalanan yang seiring dengan pekerjaan.

Oganisasi tersebut setiap triwulan sekali melakukan rapat evaluasi, baik untuk membicarakan masalah keuangan organisasi dan membicarakan hal lain  menyangkut dengan organisasi misalnya membuat kegiatan dan lain-lain.

Sementara tim harus taat  aturan ongkos sesui ketentuan berlaku. Untuk tarif dari Km 0 sampai 04 ongkosnya Rp 15 Ribu,  Pantai Mapadegat Rp 20 ribu, ongkos tersebut sesuai dengan kondisi di Mentawai, pertimbangan harga onderdil dan biaya perawatan kendaraan, tetapi jika ada anggota nakal yang mematok harga sembarangan akan diberikan teguran.

Harianto berharap organisasi ojek tersebut bisa memberikan kenyamanan bagi para penumpang, khususnya bagi para wisatawan yang berkunjung ke Mentawai. Selain itu mewajibkan anggota untuk menggunakan helm dan melengkapi surat kendaraan.

"Kesempatan ini kita gunakan sebaik mungkin guna terealisasinya kerja tepat sasaran. Pangkalan di tuapejat ini kita pilih karena memang disini lokasi pelabuhan di tiap kecamatan, dan juga pelabuhan menuju luar kabupaten.

Aturan kerja kita selalu memberikan pelayanan dan tertib lalu lintas di tempat umum. Apa lagi dalam pembentukan Organisasi ini kita sudah meminta izin kepada pihak pemerintah dan keamanan maupun kepada pihak terkait lainnya.

"Selanjutnya aturan tarif kita sudah tentukan namun apabila ada anggota kami nanti yang tidak patuh aturan kami kenakan sanksi. Dan kami sekali 3 bulan membuat pertemuan atau rapat Evaluasi kerja disisi lain juga sebagai temu kangen." Paparnya. (EV)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre