Breaking News

Sekitar 100 Masyarakat Jorong Simpang Tonang Melakukan Aksi Anarkis Ke Base Camp PT. IJM

Kab. Pasaman(Sumbar),FN – Masyarakat Nagari Simpang Tonang Kecamatan Duo Koto  Kab. Pasaman menolak perusahan PT. IJM (PT. Inexco Jaya Makmur) yang bergerak dibidang pertambangan emas. Aksi anarkis yang  dilakukan masyarakat Kampung Parit Jorong Tonang Raya Nagari Simpang Tonang Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman yang dikoordinator oleh Iwang Nasution (40) suku Mandailing, pekerjaan tani, warga Pasar Simpang Tonang Jorong Tonang Raya Nagari  Simpang Tonang Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman.  Iwang Nasution bersama 150 masyarakat telah melakukan aksi anarkis ke lokasi PT. IJM (PT. Inexco Jaya Makmur) yang berencana melakukan aksi penghentian kegiatan  dan pembakaran Base Came PT. IJM yang bergerak dibidang pertambangan emas, Selasa (22/5/2019) pukul 22.00 Wib.


Hal ini berawal Selasa,( 22/5/ 2018) pukul 13.00 Wib, yang mana  Zetdi Lubis ( 27) suku Mandailing, pekerjaan wiraswasta, warga Jorong Barilas Nagari Simpang Tonang Kec. Duo Koto Kab. Pasaman bersama saudaranya Simel membawa 30 sak semen dari Toko Bangunan Subhan alamat Jorong Tonang Raya Nagari Simpang Tonang Kec. Duo Koto Kab. Pasaman menggunakan kendaraan mobil mini bus yang akan dibawa ke Base Came PT. IJM, namun saat akan berangkat ke lokasi Base Came  Zetdi dihadang oleh ± 100 orang massa dari Masyarakat Jorong Simpang Tonang dan meminta agar semen tersebut tidak dibongkar dan meminta masyarakat Duo Koto agar tidak melaksanakan kegiatan dan bekerja pada PT. IJM dan mengharapkan  Zetdi segera meninggalkan lokasi penghadangan menuju base Came PT. IJM.

Namun setengah jam kemudian sekelompok  masyarakat jorong Simpang Tonang yang diperkirakan sekitar 100 orang tersebut, terus bergerak menuju base came PT IJM. Dan setibanya dilokasi Base Came PT IJM sekelompok masyarakat tersebut langsung melakukan pengrusakan pos Jaga dan Portal PT IJM dan berusaha memasuki lokasi Base Came PT. IJM. Tapi hal itugagal dan dihadang oleh Aparat Kepolisian yang berjaga dilokasi bersama Masyarakat setempat yang bekerja pada PT. IJM, sehingga masyarakat tidak dapat memasuki areal Base Came dan massa kembali ke Jorong Tonang Raya setelah mendapat perlawanan dari masyarakat disekitar lokasi Base Came PT IJM.

Setelah kembali dari lokasi Base Came PT IJM selanjutnya pada pukul 14.30 Wib Iwang Nasution mengumumkan kepada masyarakat Jorong Simpang Tonang menggunakan TOA, bahwa masyarakat Jorong Simpang Tonang telah mendapat perlawanan dari Masyarakat sekitar Base Came PT. IJM (masyarakat Jorong Barilas Nagari Simpang Tonang Kec. Duo Koto Kab. Pasaman) menghimbau dan mengajak masyarakat untuk melakukan aksi mendatangi Base Came PT. IJM untuk menghentikan kegiatan dan melakukan pembakaran Base Came.

Akan tetapi pada pukul 15.30 Wib, Iwang Nasution Cs dipanggil oleh pihak Polsek untuk datang ke kantor Polsek untuk memberikan keterangan terkait kejadian tersebut dan setengah jam kemudian Iwang Nasution Cs mendatangi kantor Polsek Duo Koto. Kapolres Pasaman dan Dandim 0305/Pasaman datang ke Polsek dua koto menyampaikan kepada Iwang Nasution Cs untuk tidak melaksanakan aksi anarkis bersama masyarakat dan Iwang Cs bersedia berjanji untuk tidak melaksanakan aksi tersebut.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan Kapolres Pasaman menyiapkan 2 SST pasukan dibantu oleh personel koramil Talu Kodim 0305/Pasaman yang diperintahkan standby di Kantor Polsek Duo Koto guna mengantisipasi terjadinya aksi anarkis oleh masyarakat Jorong Tonang Raya yang langsung dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pasaman.

Sekitar pukul 21.30 Wib, diperoleh informasi bahwa Massa Masyarakat Nagari Jorong Tonang Raya telah bergerak menuju lokasi Base Came PT. IJM. Namun selanjutnya Personel Polres Pasaman dibantu Kodim 0305/Pasaman dan Sat Pol PP Kab Pasaman diperintahkan untuk bergerak menuju lokasi Base Came PT. IJM guna mencegah terjadinya aksi anarkis oleh massa yang berujuk rasa. Dalam hal ini, Kapolres Pasamam AKBP Hasanudin langsung memimpin pasukan untuk mengatasi aksi anarkis masyarakat.

Namun setibanya di Jorong Tonang Raya didapati masyarakat telah melakukan pemblokiran jalan menuju  Base Came PT. IJM menggunakan Drum, Batu dan Pohon Kayu yang ditebang dan diletakan di tengah jalan. Dan setelah dilakukan pembersihan dilakukan pengejaran terhadap massa yang melakukan aksi. Dimana setibanya di Jorong Barilas Ilir didapat massa yang melakukan aksi melakukan penghadangan terhadap personel Polres dibantu Personel Kodim dengan melakukan pelemparan batu dan Bom Molotof yang terbuat dari botol dan minyak.  Dan setelah dapat diatasi, dilakukan pengejaran berhasil dan diamankan sebanyak 46 orang oknum masyarakat pelaku aksi serta berhasil diamankan puluhan Bom Molotof dan Senjata Tajam Parang, Pisau dan sebagian massa berhasil meloloskan diri ke dalam hutan.

Selanjutnya personel Polres Pasaman dibantu Kodim melanjutkan patroli menuju Base Came PT. IJM dan setibanya di Base Came tidak ditemukan adanya massa pengunjuk rasa. Karena situasi tidak memnungkin, Kapolres memerintahkan membentuk dua Tim gabungan satu TIM untuk mengamankan Base Came dan Satu Tim Gabungan melaksanakan pengawalan Tahanan masyarakat yang berhasil diamankan untuk di bawa ke Kantor Polsek Duo Koto.

Karena masih was-was, Kapolres meminta personil tambahan pengamanan dari Kodim 0305/Pasaman kepada Dandim Pasaman.

Pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 pukul 02.00 Wib setibanya di Jorong Barilas Ilir nagari Simpang Tonang Kec. Duo Koto Kab. Pasaman Iringan Kendaraan Tim Gabungan terhenti akibat Jalan yang akan dilewati telah dirobohkan oleh massa yang melakukan aksi sehingga diperlukan perbaikan untuk dapat dilalui kembali.

Pada saat memperbaiki jalan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan mobil kecil datanglah massa masyarakat Jorong Simpang Tonang ke Lokasi tersebut dan massa secara anarkis melakukan pelemparan Bom Molotof ke Mobil Avanza Nopol BA 1978 LA  milik anggota Polres Pasaman yang berada didepan sehingga mobil tersebut hangus terbakar.

Kapolres Pasaman AKBP Hasanudin meminta kepada massa pelaku aksi untuk menghentikan aksinya anarkisnya dan melakukan negosiasi. Namun masyarakat pengunjuk rasa meminta kepada Tim Gabungan untuk membebaskan masyarakat yang berhasil diamankan, serta bersedia untuk kembali, dan hal tersebut disetujui oleh Kapolres Pasaman dengan membebaskan masyarakat yang telah diamankan tim gabungan.

Tepat pukul 02.00 Wib Tim Bantuan gabungan Polres Pasaman  dan Kodim 0305/Pasaman yang dipimpin oleh Dandim 0305/Pasaman tiba di Simpang Tonang dan bergerak membantu menuju lokasi kejadian juga mengalami penghadangan dan pelemparan dari massa massyarakat di Jalan Jorong Tonang Raya, dan akibat penghadangan tersebut Mobil Dinas Dandim 0305/Pasaman mengalami kerusakan pada bagian kaca depan samping dan belakang akibat lemparan batu serta Mobil Avanza Kasat Narkoba Polres Pasaman mengalami kaca belakang pecah akibat lemparan batu, sehingga Tim gabungan yang dipimpin oleh Dandim 0305/Pasaman tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Atas kejadian tersebut Kapolres Pasaman melaporkan perkembangan kejadian tersebut kepada Bapak Kapolda Sumbar dan saat itu Bapak Kapolda memerintahkan agar menghindari terjadinya Korban dari kedua Pihak serta memerintahkan untuk menarik seluruh aparat keamanan dari lokasi kejadian dan memerintahkan agar pihak PT IJM menghentikan kegiatan untuk sementara waktu. Serta semua oknum pemuda yang ditangkap dilepaskan atas petunjuk Kapolda.

Karena tidak memungkinkan, Tim Gabungan Polres Pasaman dan Kodim 0305/Pasaman  atas perintah  Kapolres agar kembali ke kantor Polsek Duo Koto dan menghindari terjadinya kontak fisik dengan massa pelaku aksi unjuk rasa.

Pada pukul 05.30 Wib Seluruh Tim Gabungan telah meninggalkan lokasi kejadian dan kembali ke Kantor Polsek Duo Koto untuk selanjutnya kembali ke satuan masing-masing.

 # Fella


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre