Breaking News

Proyek Sanitasi Berbasis Masyarakat Di Nagari Piobang Terbengkalai?

Kabupaten 50 Kota (Sumbar), FN -  Adapun tujuan khusus pemerintah secara keseluruhan dari pembangunan Proyek Sanitasi. Hal ini adalah sekaitan meningkatnya jumlah rumah tangga di 13 Provinsi yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang lebih baik.
Hal ini dikarenakan meningkatnya pembuangan air limbah, kotoran dan mengurangi kemungkinan kontaminasi terhadap manusia dan lingkungan termasuk melatih masyarakat setempat untuk merawat fasilitas - fasilitas tersebut.
Proyek ini sejalan dengan Visi dan Misi IDB untuk tahun 2019 (1440H), yang menekankan pada pencapaian pembangunan manusia seutuhnya melalui pemberantasan kemiskinan dan peningkatan kesehatan. Namun  hal itu sangat disayangkan, Visi dan Misi IDB berupa bantuan proyek sanitasi tidak selesai sesuai yang kita harapkan.    
Proyek tersebut sesuai dengan MCPS Indonesia (2011) dan strategi nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah(RPJM) yang bertujuan untuk memberantas kebiasaan buang air besar sembarangan pada tahun 2014.
Salah satu pembangunan tempat sanitasi ini terletak di Nagari Piobang Kabupaten Limapuluh Kota yang dibiayai dari IDB (Islamic Development Bank). Dengan Judul Kegiatan: Pembangunan Ipal Komunal, Senilai Rp,425.000.000,- No.Kontrak 04/PKS/Sanitasi-IDB/IX-2017, Tanggal Kontrak 28 September 2017.
Dan proyek ini dilaksanakan oleh KSM Bungo Tanjung, dengan perencanaan awal, apabila selesai yang nantinya akan menyambungkan langsung kerumah-rumah terdekat sebanyak 52 rumah.
Informasi dari salah seorang bekas pekerja proyek sanitasi (14/1/2018) yang dihimpun Figurnews.com. Dan kenapa sampai proyek tersebut terhenti?
”Pekerjaan Itu telah berhenti sejak satu bulan belakangan ini, tapi saya tidak tahu persis persoalan yang sebenarnya.Cuma yang saya dengar-dengar dari pengurus persoalan ini mulai mencuat mengenai dana,”kata pekerja itu yang enggan disebut namanya.
Ketika media ini menanyakan lagi pada pekerja mengenai berapa kedalaman bak penampungan itu.
Bak penampungan itu, belum mencapai kedalam yang seharusnya, kami harus menggali lagi agar sesuai menurut gambar yang semestinya. Bahkan gaji saya dipotong selama 2 hari dan tidak pernah dibayarkan sampai sekarang,” ujar pekerja itu lagi.
Berdasarkan informasi tersebut, media ini berusaha mendatangi tempat tersebut dan disitu memang tidak ada tanda-tanda adanya pekerjaan lagi. Semua bahan-bahan bangunan memang tampak berserakan, mulai dari besi, papan dan lain lain.
Disitu media ini juga bertemu dengan seorang ibu yang sedang bertani diladang ubi. Dalam kesempatan tersebut Figurnews.com menanyakan perihal, kenapa tidak ada kegiatan lagi pada ibu tersebut.
Saya tidak tahu, kenapa tidak ada lagi tukang yang bekerja,”ucap ibu tersebut.
Rifki, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kab. Limapuluh Kota yang kebetulan menjadi Satker di Proyek Sanitasi tersebut, waktu dikonfirmasikan (14/1/2018) mengenai tentang terhentinya pekerjaan sanitasi itu.
Kalau memang berhenti, tidak lama lagi akan ada tim yang akan turun kesitu untuk melihat apa kendalanya,”kata Rifki pada Figurnews.com.
Namun ketika media ini mempertanyakan dari mana asal dana untuk pembangunan itu pada Rifki.
Dana proyek itu dari IDB, tapi dana itu sama dengan menggunakan uang Negara, kalau memang disitu ada dugaan penyimpangan, tentu akan berurusan dengan pihak hukum nantinya,”kata Rifki menambahkan.
Wali Nagari Piobang Sapan Nur (14/1/2018) saat dikonfirmasikan melalui hand phone mengenai terhentinya pekerjaan sanitasi itu.
Menurut pengurusnya, pekerjaan Itu terhenti karena tukangnya belum datang, nanti akan dilanjutkan lagi,”pungkas Wali Nagari pada Figurnews.com.(FN 053)


No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre