Breaking News

Masyarakat Tanjung Pauh Pertanyakan Rehab Lapangan Bola, Terindikasi Dikerjakan Asal Jadi

Kab. 50 Kota(Sumbar), FN - Sebagian besar masyarakat Nagari Tanjung Pauh sangat menyayangkan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten 50 Kota dalam melakukan pekerjaaan Rehab Lapangan Bola yang diduga tidak sesuai dengan harapan. Proyek tersebut dilaksanakan dengan Dana Aspirasi salah satu Anggota DPRD dari Dapil itu sebesar Rp.80 Juta. Untuk itu, masyarakat juga menghimbau Aparat Hukum agar mau menyelidiki Rehab Lapangan Bola di Tanjung Pauh ini.

Dari laporan masyarakat ke media ini yang menyebutkan bahwa diduga Proyek Pengerjaan Rehab Lapangan Bola tersebut asal jadi. Pasalnya, lapangan tersebut ditimbun dengan tanah yang tidak rata (bongkahan tanah). Sedangkan sebelum ada pengerjaan rehab, lapangan kami bisa digunakan untuk bermain bola. Kini kami tidak bisa lagi mempergunakan lapangan tersebut sebagaimana semestinya, kata masyarakat itu lagi.

Kalau kami perkirakan, dana yang terserap dalam melaksanakan Proyek itu sekitar Rp.30 Juta, sedangkan dana untuk perbaikan lapangan bola tersebut sebesar Rp.80 Juta,”kata masyarakat pada Figurnews.com.

Mereka (pihak rekanan) melakukan pekerjaan itu menggunakan alat berat, sehingga merobohkan bangunan sanitasi yang dibuat oleh Nagari,” sebut masyarakat itu menambahkan.

Salah seorang Kabid di Dispora Kab.50 Kota, Yendri Elvira yang kebetulan menjabat sebagai PPTK di Proyek tersebut, waktu diihubungi melalui Handphone, Jumat(26/1) siang.

Saya tidak mempunyai kapasitas untuk memberikan komentar mengenai rehab lapangan bola tersebut. Nanti saya tanyakan dulu pada atasan saya,”kata Yendri Elvira pada media Ini.

Mungkin lebih baik langsung bapak tanyakan ke Pak Yatmiko yang kebetulan menjabat PPK waktu itu,”  tambahnya lagi.

Yatmiko Kadispora waktu itu yang sekaligus menjabat PPK dan PA di Proyek tersebut waktu dihubungi melalui Phonesel, Jumat (26/1) Siang. Ketika dimintai komentar mengenai perbaikan lapangan tersebut.

Saya sudah melakukan verifikasi, cuma saya lupa berapa anggaran untuk itu. Untuk daerah kecamatan Pangkalan itu saja ada 3 perbaikan yaitu, Nagari Koto Alam, Pangkalan dan Tanjung Pauh,”terangnya lagi.

Setelah dikoordinasikan, nagari itukan awalnya minta agar rumput bisa ditanami penuh, namun setelah dihitung dengan dana yang ada. Hal itu tidak mungkin dilakukan sebab dananya tidak memadai. Setelah dicari alternatif, bagaimana agar dana ini bisa termanfaatkan dan lapangan bola ini bisa terpakai.

Kalau kita bicara bisa dipakai atau tidak, kalau kita lihat kondisi awal lapangan kan seperti itu, cuma setelah dilakukan pekerjaan kan sudah ada perubahan, sebab dengan dana segitu tidak mencukupi bagaimana layaknya sebuah lapangan bola. Akhirnya kami sikapi saja, mana pekerjaan yang lebih dipentingkan seperti pengedaman agar lapangan itu tidak tergerus oleh air, cuma teknisnya saya serahkan ke Bagian teknis dilapangan.

Kami telah duduk bersama dengan Perangkat Nagari dan Pemuda setempat. Memang ada munculnya pertanyaan dari pemuda mengenai lapangan itu tidak layak pakai.

“Kalau posisi layak pakai atau tidak, dari kondisi sebelum dikerjakan dengan sesudah dikerjakan itu sudah jauh berbeda,kata Yatmiko lagi.

Kami mengusahakan agar tahun sekarang berlanjut untuk pengerjaan perbaikan lapangan bola tersebut, supaya bisa termanfaatkan oleh masyarakat. Tapi dengan dana yang seperti kemarin kan tidak tahu pula kita apa yang akan dikerjakan, tapi paling tidak alternatif yang kita ambil sudah mengantisipasi kerusakan yang lebih besar terhadap lapangan,”k ata Yatmiko menambahkan.

Wali Nagari Tanjung Pauh ketika media Ini mengkonfirmasikan melalui Handphone (26/1) Siang, mengenai perbaikan lapangan bola itu.

Itu pekerjaan PL (Penunjukan Langsung), dananya dari Aspirasi Anggota DPRD 50 Kota Dela, kalau kami dari pihak nagari hanya penyedia tempat. Ketika media ini menanyakan mengenai hati nurani Wali Nagari tentang pekerjaan tersebut.

Kalau masalah terima/tidak menerima proyek tersebut, tentu kita serahkan pada pihak tekhnis. Cuma kalau dari hati nurani saya mengenai proyek itu diterima atau tidak, saya sepakat dengan masyarakat, karena saya dipilih oleh masyarakat,”ujarnya pada Figurnews.com.

Ketika Figurnews.com menyinggung mengenai robohnya sanitasi dampak alat berat yang melaksanakan proyek itu.

Memang dan itu sudah diperbaikai bahkan sekarang sudah dibangun Stadion dengan atap Kanopi,” kata Wali Nagari menambahkan.


Dari penelusuran media ini dengan meminta konfirmasi dari berbagai kalangan masyarakat setempat, muncul beberapa pertanyaan dari masyarakat itu sendiri.  Apakah dana sebesar itu tidak bisa untuk menanami rumput dilapangan bola itu? Dan mana yang lebih dipentingkan? Pengedaman, pembuatan stadion atau menanami rumput? Apakah lapangan bola yang seperti Sircuit Moto Cross itu tetap di PHO Dispora?   (FN 053)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre