Breaking News

Jelang Kongres Sejarah Minangkabau 2018, Dinas Kebudayaan Sumbar Bahas Sejarah Minangkabau




Jelang Kongres Sejarah Minangkabau 2018, Dinas Kebudayaan Sumbar Undang Para Keturunan Raja-Raja  Minangkabau dan Pemangku Adat Dalam Penyusunan Buku Sejarah Minangkabau
Padang (Sumbar), FN -  Memang sejarah Minangkabau sejak dahulu cukup banyak, namun seiring dengan waktu atau masa mulai berangsur pudar. Hal itu dikarenakan banyak para generasi tidak begitu banyak yang peduli dengan sejarah Minangkabau. Sekaitan hal itu pemerintah Propinsi Sumatera Barat melalui  Kadis Kebudayaan Prov Sumbar Taufik Efendi membuka pertemuan para datuk keturunan raja Minangkabau di hotel Axana Padang, Kamis (30/11) malam.

Acara tersebut dilaksanakan selama 3(tiga) hari, mulai Kamis 30 November  sampai tanggal 2 Desember 2017 di Hotel Axana  untuk melakukan penyusunan draf yang nantinya akan dijadikan buku tentang sejarah Minangkabau. Maksudnya “Manjapuik nan tatingga, mengumpuakan nan taserak dan indak mangaduah ka pusako”(Menjemput yang tertinggal, mengumpulkan yang terserak dan tidak mengaduh ke pusaka). Para undangan yang hadir tiap kabupaten dan kota yang berkaitan tentang sejarah minangkabau. Diantaranya adalah keturunan atau pewarih dari rajo-rajo di Minangkabau, pemangku adat nan empat jenih termasuk dubalang serta dari pihak praktisi dan akademisi.  

Pembukaan tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat, Taufik Efendi. Dalam pembukaan tersebut, Taufik Efendi menjelaskan tentang maksud dan tujuan  tentang penggalian serta penyusunan buku Sejarah Minangkabau. Yang mana tahun 2018, akan diadakan Kongres Minangkabau di Propinsi Sumatera Barat.

Namun ketika awak media mempertanyakan maksud dengan acara penyusunan buku tersebut.

“Memang itu salah satu untuk menginat sejarah Minangkabau yang kaya dengan kebudayanya, yang mana selama ini kurang jadi perhatian dari berbagai kalangan. Dan itu merupakan referensi kebudayaan sejarah Minangkabau dan jangan  sampai dilupakan..!!?,”Taufik Efendi menuturkan pada awak media.

Dalam kesempatan tersebut, awak media juga mempertanyakan, siapa saja yang diundang dalam acara ini.

“Yang kami undang seluruh kabupaten dan kota di Sumbar dan mereka umum yang kami undang para pemangku adat, dan juga dari keturunan raja – rajo yang ada di Minangkabau serta para praktisi dan akademisi , dan perlu diketahui juga mengenai anggaran yang terbatas. Maklum baru tahun ini(2017) Dinas Kebudayaan baru berdiri,”sebutnya lagi.

Memang dalam hal ini, sejarah Minangkabau sangat kaya dengan budaya dan perlu jadi perhatian bersama pagi masyarakat Minang yang berada di Sumbar dan termasuk para perantau orang awak. Memang ada istilah, "Anak di pangku, Keponakan di bimbiang. Bahkan orang pinang terkenal dengan pemikir-pemikir yang hebat, baik dalam pemerintahan zaman dahulu hingga sekarang.(an)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre