Breaking News

Pekerjaan Telah Selesai di PHO, Azas Manfaat Tidak Ada..!!?

Kondisi Sekolah Dasar Negeri 01 Pandam Gadang Terancam Ambruk, Siap Makan Korban

Kab. Limapuluh Kota (Sumbar), FN  -  Sekaitan Pengedaman Parit SDN 01 di Nagari Pandam Gadang, yang pondasi Sekolah tersebut sudah bergelantungan tanpa alas atau dasar tanah. Yang kebetulan tanah tempat berdirinya pondasi tersebut telah terbawa longsor hingga puluhan Meter. Keadaan tersebut membuat Dinas Pendidikan menganggarkan Dana Pengedaman agar tidak terjadi hal yang lebih parah lagi. Dengan Melakukan Penunjukan Langsung (PL) pelaksana pekerjaan tersebut CV.Monica.

Bermacam-macam isu pun mulai berkembang ditengah para buruh hinga sampai ke telinga Figurnews.com. bahwa pekerjaan pengedaman tersebut belum selesai, namun Volume telah tercapai sesuai dengan RAB.

Mendengar informasi tersebut Figurnews.com mendatangi Sekolah Dasar (SD) Negeri  01 Tersebut beberapa hari kemudian. Namun dilokasi proyek itu tidak ditemukan plank merk proyek Yang seharusnya dipampang dilokasi pekerjaan agar masyarakatpun bisa tahu dari mana asal dana tersebut. Setelah mengamati beberapa lama, pengedaman tersebut masih jauh dari  kata selesai apabila pondasi gedung sekolah itu yang menjadi tempat Finis pekerjaan tersebut.

Ketika Figurnews.com mengkonfirmasi  pada Zon sebagai pemilik perusahan tersebut,Rabu Siang (18/10).

“Kalau berapa Pagu Dana proyek itu saya tidak tahu sebab yang mengurus proyek itu adalah adik saya. Tapi kalau saya tidak salah dengar Pagu Dananya sekitar Rp. 145.000.000,-,” Jawab zon menambahkan.

 Namun pada Selasa (7/11) Figurnews.com mencoba  menghubungi Zon lagi , sekaitan proyek tersebut. Dan ketika ditanyakan lagi berapa bobot pekerjaan yang tertinggal ?

Proyek itu akan di PHO pada hari Kamis (10/11). Yang tertinggal sekitar tinggi 5 meter dan labar sekitar 9 meter. Kira –kira akan menelan biaya sektar Rp.100.000.000,- lagi, baru pekerjaan tersebut akan selesai,”katanya lagi.

Sarnen, salah satu Kasi di Dinas Pendidikan yang kebetulan juga menjabat sebagai PPTK di Proyek Pengedaman tersebut waktu dihubungi Rabu Siang (8/11) mengakui, bahwa proyek tersebut telah selesai dan akan di PHO, karena telah sesuai dengan volume yang ada di RAB.
Ketika ditanyakan kelanjutan untuk mengisi kekurangan DAM tersebut pada Sarnen.

 “Sekarang kami juga bingung dari mana dana tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Sedangkan dalam aturan tidak boleh 1 pekerjaan ada 2 kali penganggaran dana di pekerjaan Penunjukan Langsung (PL). Hal itu hanya diboleh bagi proyek tender yang bisa di Adendum, CCO,” katanya menambahkan pada Figurnews.com.

Indra Wati Pjs Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota waktu dihubungi melalui Whatssap sekaitan persoalan tersebut.

Kalau belum selesai mana pula bisa di PHO...??  Nanti Ibuk cek...,” katanya pada Figurnews.com.

Suryadi anggota DPRD dari Fraksi dari Hanura yang kebetulan di dapil itu waktu dikonfirmasikan melalui handphone Kamis Siang (9/11).

“Yang mengusulkan Pembangunan tersebut memang Saya....Tapi saya tidak Ikut jadi tukang disitu. Untuk Lebih Jelasnya langsung saja tanyakan ke Dinas Yang bersangkutan, kata Suryadi menambahkan.

Menurut Wali nagari Pandam Gadang Khairul Apit waktu ditemui di salah satu warung dekat kantornya dan minta tanggapan persoalan tersebut.

 “Sudah 2 kali pengerjaan di sekolah tersebut, Yang pertama hanya bagian tapak bawah saja. Terus dilanjutkan tahun ini, tapi pekerjaannya pun hanya sampai disitu. Apakah pekerjaan yang sekarang sudah mencukupi Volume saya tidak tahu. Berapa Dananya sayapun juga tidak tahu, karena saat saya mendatangi sekolah tersebut Plank merk yang seharusnya dipasang dilokasi itupun tidak kelihatan. Pihak Rekanan pun tidak pernah melapor bahwa dia melaksanakan pekerjaan di sekolah tersebut. Pada hal Sekolah Dasar tersebut sudah terancam ambruk kalau tidak ditangani dengan segera. Kalau sekolah itu ambruk dimana murid-murid itu akan belajar mengajar,” kata Khairul Apit dengan wajah sedih.

Guru-guru SDN 01 Pandam Gadang itu juga menyesalkan tindakan yang dilakukan para buruh yang melaksanakan proyek tersebut.  Soalnya kata guru-guru itu, diujung podasi yang tergantung sekarang ini dulu ada pagar dari tembok. Namun setelah buruh membawa material akhirnya pagar tersebut runtuh dan sampai sekarang tidak diperbaiki. Kami takut kalau anak-anak nanti main disitu, karena tidak ada pagar lagi tentu murid kami akan jatuh ke jurang.

“Memang kami tidak meminta kata guru-guru itu, namun kalau sempat pondasi yang tergantung itu jatuh sudah bisa dipastikan tiga lokal akan terbawa ambruk ke dalam jurang, Sebab lokal yang ditepi jurang itu tersambung dengan lokal lainnya. Beberapa hari yang lalu datang orang dari Dinas Pendidikan melihat keadaan sekolah ini dan dia hanya memberi kami peringatan pada kami, kalau hari hujan jangan ada kegiatan belajar mengajar di lokal paling ujung itu, kata guru-guru itu menirukan.

Kalau kita Melihat keadaan Sekolah Dasar Negeri 01 pandam Gadang secara langsung membuat para Pembaca akan merasa sedih. Sebab, kalau suatu hari hujan terjadi berturut-turut, bisa jadi sekolah itu akan runtuh. Sudah pasti akan menimpa perumahan warga yang ada dibawah sekolah tersebut.


Yang sedikit menggelitik dari sekolah itu, kalau sekolah itu sudah terancam sejak beberapa tahun yang lalu, kenapa Dinas Pendidikan tidak memprioritaskan SDN 01 itu. Walau Kini dana telah dihabiskan Rp.145 juta namun tidak nampak manfaat untuk kenyamanan proses Belajar mengajar. Dan itu yang sudah pasti dalam hati para guru dan murid akan menghantui mereka setiap saat. Bagaimana tindakan dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota? Kita tunggu jawaban dari mereka…. (FN 053)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre