Breaking News

Ketua Pengawas GNPK Sumbar Yusman Rajo Mudo : Polda Sumbar Tangkap Oknum PNS-PU Sumbar Lagi Nyabu

Padang (Sumbar), FN – Memang nakorba mulai merambah dikalangan bawah maupun atas, dan itu dibuktikan hasil pemberitaan dimedia cetak maupun elektronik. Mereka tidak jera walaupun diberikan sanksi yang berat, seperti dipenjara hingga hukuman mati.  Namun ada beberapa hari yang lalu, Tim Polda Sumbar berhasil menggerebek oknum PNS Dinas PU Sumbar suami bersama istri yang diduga melakukan pesta nakorba di rumah di Siteba Kecamatan Nanggalo Padang, Selasa (24/10)Jam 23.00 Wib.

Dalam penggrebekan tersebut, Tim Sat Nakorba Polda Sumbar berhasil mengamankan tersangka dengan barang buktinya beberapa matcis, bong dan shabu.

 “Bahwa oknum tersebut ditangkap dirumah didaerah Steba Selasa (24/10) Jam 23.00 Wib. Tersangka ditangkap Tim Polda Sumbar dan disaksikan oleh masyarakat setempat,”kata Yusman Rajo Mudo Ketua Pengawas GNPK pada wartawan disalah satu warung kopi dipecinan Pondok..

Ketika wartawan media ini mempertanyakan tentang tersangka dan apa pekerjaannya.

 “Tersangka berinisial KS oknum PNS Dinas PU Sumbar bersama istrinya AF dan langsung digiring oleh tim nakorba Polda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Memang selama ini masyarakat sangat resah atas tingkah lakunya. Dari informasi yang dihimpun dari masyarakat menjelaskan, bahwa tersangka merupakan pengedar dan mereka sangat bersyukur atas ditangkapnya mereka,"tambahnya.

Namun rumor yang berkembang, bahwa kedua tersangka bebas, sekaitan hal ini langkah apa yang akan dilakukan oleh ormas GNPK Sumbar terhadap kasus ini.

"Kami sangat kecewa sekali atas dibebaskan kedua tersangka pada hari Senin(30/10) oleh Tim Nakorba Polda, pada hal mereka telah terbukti melakukan pesta shabu dikediaman mereka. Jika hal ini dibiarkan, kami dari jajaran Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Sumbar sangat geram terhadap oknum yang berbuat seperti ini, sementara pemerintah memerangi nakorba. Ini perlu ditndaklanjuti oleh penegak hukum atau Kapolda sendiri dalam masalah atau kasus yang didapati oleh GNPK Sumbar,"terang Yusman Rajo Mudo.

Sementara itu awak media juga menkonfirmasi pada RT setempat sekaitan oknum PNS Dinas PU Sumbar  KS dan AF istrinya ditangkap oleh Tim Nakorba Polda Sumbar pada hari Selasa (24/10) jam 23.00Wib malam. Namun saat ini, yang mana kedua tersangka telah dibebas dari jeratan hukum, hal itu dibenarkan oleh beberapa warga.

"Memang malam itu ada polisi dari Polda mendatangi saya dan minta menyaksikan penangkapan serta pengeledahan rumah tersangka. Namun karena kondisi saya yang tidak memungkinkan, saya menyuruh Adi yang pergi untuk menyaksikan penggerebekan tersebut," terang RT pada media Rabu (1/11) jam 19.00 Wib malam dikediamannya Nanggalo Siteba Padang.

Ketika wartawan media ini juga mempertanyakan pada Adi tentang pengeledahan serta apa saja yang ditemukan dirumah tersebut.

"Dalam pengeledahan tersebut, memang ditemukan beberapa barang bukti dan juga sisa pakai shabu yang habis dipakai, namun saat ini mereka telah berada dirumah kembali, "tutur Adi.

Hal itu dibenarkan oleh beberapa warga dirumah pak RT dan mereka jadi resah, karena para tersangka telah dibebaskan.

Anehnya, dari penangkapan mereka beberapa hari yang lalu dan terbukti melakukan pesta nakorba dirumahnya. Namun saat ini mereka telah dibebaskan dan mereka telah berada dirumah. Dan ini jadi pertanyaan para warga yang berdomilsi tidak jauh dari rumah tersangka. Mereka juga mempertanyakan, knapa mereka bisa bebas dari jeratan hukum.

"Kami merasa sangat kecewa pada penegak hukum, kenapa mereka tidak ditahan pada hal mereka telah terbukti mengadakan pesta nakorba dirumahnya. Kami sebagai warga disini tidak merasa nyaman dan resah," ungkapnya.

Dengan gonjang ganjing tentang bebasnya kedua tersangka yang ditangkap Selasa (24/10) Jam 23.00 Wib di Nanggalo Seteba. Untuk mencek kebenaran hal itu, wartawan media ini mengkonfirmasi Ditres Nakorba Polda Sumbar Kombes (Pol) Kumbul KS diruangannya Kamis(2/11) Siang dan dia membenarkan tentang ada penangkapan suami istri yang lagi pesta nakorba.

"Kami dapat informasi dari masyarakat, bahwa ada pesta nakorba disebuah rumah di Nanggalo Seteba. Dengan informasi tersebut, anggota melakukan pengitaian ke lokasi dan memang ada pesta, kami langsung melakukan penangkapan," kata Ditres Nakorba Polda Sumbar  Kombes (Pol) Kumbul KS diruangannya.

Namun ketika wartawan mempertanyakan siapa kedua tersangka, apa pekerjaannya dan kenapa sampai dibebaskan. Bahkan, masyarakat di Nanggalo menyebutkan tersangka merupakan pengedar.

"Surat laporan mereka ada pada saya, tersangka beinsial KS oknum PNS sedang istrinya AF merupakan ibu rumah tangga, mereka bukan pengedar tapi korban dan perlu direhablitasi. Hal itu telah kita surati BNP untuk melakukan rehab pada kedua tersangka dan mereka wajib lapor dua kali dalam seminggu. Kita akan pantau dia, jika benar dia terbukti pengedar kita tangkap dan tidak diberi ampun,"pungkas Kumbul KS sambil memperlihatkan surat laporan kedua tersangka.

Ditilik keterangan diatas muncul pertanyaan apa benar kedua tersangka bukan pengedar atau memang sebagai korban dari zat aditif. Namun informasi yang dihimpun, tersangka diduga telah lama mengkosumsi barang haram tersebut. (Tim FGR)       





No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre