Breaking News

Bolehkah Proyek di Adendum Dengan Alasan Sulitnya Bahan Material?

Kab. Limapuluh Kota(Sumbar),FN -  Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah yang disingkat dengan (PISEW), Satu-satunya Di Kabupaten Limapuluh Kota. Terletak di Jorong Aia Angek, PUA data dan Sei Dadok Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh.  Konon kabarnya proyek ini atas usulan salah satu Aspirasi Anggota DPR - RI Ade Riski Pratama.

Disatu sisi memang harus ada wakil-wakil yang berada di pusat, baik itu di birokrasi atau legislatif memberikan Pokok Pikiran(Pokir) yang cemerlang untuk pembangunan daerah-daerah tertinggal.  Disisi lain usulan yang baik itu sudah seharusnya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh yang menerimanya.

Dana tersebut sebesar Rp. 600.000.000,- dari APBN yang langsung Ke rekening Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) yang ditunjuk atau di SK kan oleh Camat Setempat.  Anggaran Itu dipergunakan untuk pembangunan satu buah Jembatan dan dua ruas Jalan Rabat Beton yang langsung dikerjakan oleh masyarakat setempat.

Namun, waktu Figurnews.com sampai dilokasi tersebut melihat sedikit keganjilan yang tertulis di plank merk Proyek.  Disitu jelas menyebutkan tanggal kontrak 10 Juli 2017 dan berakhir tanggal 22 Oktober 2017 dengan masa kerja 90 hari Kalender. Padahal, baik di pengerjaan jembatan dan pengerjaan jalan rabat beton masih ada yang kurang alias belum selesai.

Ketika dikonfirmasi pada Walinagari Koto Tinggi melalui hp (081374498XXX), Kamis (2/11) Siang sekaitan permasalahan ini.

“Setahu saya memang sudah termakan kontraknya baru kemudian star. Didalam pegelolaan kami tidak terlibat, namun  sebagai kami si penerima manfa’at  tentu kami diberi tahu,” kata Wali tersebut.

“Sedangkan untuk jalan rabat beton di Sei Dadok memang belum selesai masih ada beberapa puluh meter lagi,” katanya menambahkan.

Sementara itu M.Ali Firdaus Camat Gunuang Omeh waktu dihubungi Figurnews.com dan mempertanyakan tentang ada kenjanggalan dalam proyek tersebut.

“Mengatakan, kalau masalah  keterlambatan pekerjaan  rabat beton dan lain-lain saya tidak tahu. Menurut Satker yang di Padang Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) ini Harus di SK kan oleh Camat,” kata M.Ali Firdaus Menjelaskan.

“ Kalau tidak Salah dengar, Proyek itu akan diresmikan pada tanggal 7 November tahun ini. Tapi untuk lebih jelasnya nanti saya berikan nomor Hp Pak Sabri selaku Konsultan di Proyek tersebut,” sebutnya.

Sabri Konsultan di Proyek tersebut  waktu di hubungi (081363400XXX) mengatakan kalau mengenai speck kami sudah koordinasi dengan pihak Dinas PU Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk bahan material kerikil kami ambil dari daerah setempat tidak memakai batu pecah. Kalau kami ambil batu pecah tentu biayanya akan mahal sedangkan proyek ini masyarakat setempat yang mengerjakannya.

Ketika ditanyakan lagi mengenai keterlambatan waktu pengerjaan pada Sabri sebagai konsultan dalam proyek tersebut

“Kami melakukan adendum karena kebetulan bahannya sulit dan masyarakat meminta perpanjangan waktu,”ujar Sabri.

 Namun Ketika ditanyakan mengenai apakah bisa dengan alasan kesulitan bahan untuk dijadikan alasan untuk adendum?

 “Saya potong sajalah pak, ini kita pakai sebenarnya sekarang marwah proyek, cuma kita sekarang kan tidak proyek pak, itukan kerja masyarakat dan swakelola. Kalau kita samakan pula kerja ini dengan kerja proyek tentu tidak bagus pula kita dengan masyarakat. Artinya, bukan kita memberi peluang kepada masyarakat untuk anu. Cuma memang keadaan yang seperti itu dan oleh PPK itu tidak ada masalah,” terang Sabri lagi.

Dari berbagai informasi dikalangan masyarakat yang dikumpulkan Figurnews.com, Pekerjaan itu tidak terhambat material saja. Namun lebih di beratkan karena Laporan Administrasinya yang belum selesai untuk mengambil dana tahap akhir, kata salah satu masyarakat yang tak mau menyebut namanya.

Yang menjadi pertanyaan Figurnews.com sampai kini, apakah Proyek yang dikerjakan masyarakat berbeda dengan proyek yang dikerjakan oleh sebuah Rekanan? Apakah mutu dan kualitas pekerjaan tersebut juga berbeda dengan proyek yang lain? Masa tanggal kontrak mulai pekerjaan dan masa berakhirnya pekerjaan juga tidak harus sama?  Dan apakah boleh suatu Proyek di Adendum hanya dengan alasan kesulitan mendapatkan bahan material?  Aneh sekali…!!? (F 053)


No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre