Breaking News

Oknum UPT Diknas Kab. Limapuluh Kota Lakukan Pemotongan Dana Sertifikasi dan THR Guru Buat Siapa?

Limapuluh Kota( Sumbar), FN  ---  Memang kondisi tahun ini merupakan tahun memprihatinkan, yang mana kondisi ekonomi tidak stabil. Lebih – lebih bagi para pegawai negeri sipil maupun karyawan swasta. Memang kebijakan pemimpinan dipusat cukup bagus dalam upaya menstabilkan perekonomian, namun berbagai factor pasti ada akibatnya. Lebih-lebih pegawai rendahan yang hanyamengharapkan gaji dengan  pendapatan pas pasan.

Dalam bulan Ramadhan dan menghadapi lebaran tahun atau Hari Raya Idhul Fitri ini sangat meningkat dari hari biasamasyarakat menengah kebawah  dipusingkan dengan kebutuhan untuk keluarganya. Seperti memikirkan pembuatan kue lebaran maupun pembelian baju baru untuk keluarga dan belum lagi mengenai biaya pendidikan untuk tahun ajaran baru. Dan itu sangat membutuhkan biaya tidak sedikit, apalagi mereka yang mau menempuh pendidikan atau perguruan tinggi.

Dengan kebutuhan yang terus meningkat, apalagi jelang lebaran dengan gaji tak seberapa para guru sangat mengharapkan gaji serta dana sertifikasi untuk memenuhi semua kebutuhan keluarganya.

 Namun sangat miris sekali yang diterima oleh guru – guru dilingkungan dinas pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, yang mana dana sertifikasi dan tunjangan hari raya (THR) diterimanya tidak sutuhnya lagi. Hal ini dilakukan oleh  beberapa oknum PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota dan ada dugaan terjadi pemotongan dana sertifikasi dan THR.  Berdasarkan informasi serta penjelasan dari beberapa guru-guru pada media Figurnews.com beberapa waktu lalu.

 Dalam keterangan mereka pemotongan itu digunakan untuk sumbangan kepada  UPT Diknas dikecamatan Kabupaten Limapuluh Kota. Setiap kami harus menyisihkan atau melakukan pemotongan dana sertikasi sebanyak Rp150.000,- dan ituk merupakan sumbangan. Kalau memang sumbangan sukarela, kenapa harus dipatokan nilainya? Bukan itu saja, pembayaran THR PNS/CPNS Juni 2017 juga terjadi pemotongan dan itu sesuai golongan.

“Kalau memang sumbangan sukarela, kenapa harus dipatokan Rp150.000,- /orang, ini sama saja pemerasan…!!?, Dan juga terjadi pemotongan dalam penanda tangani amprah gaji dengan judul pembayaran THR PNS/CPNS Juni 2017, masing – masing kami juga dipotong sesuai dengan golongan. Untuk golongan IV Rp50.000,-, golongan III Rp40.000,- sedangan golongan II Rp30.000,-,” ungkap sala seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

 Namun ketika Figurnews.com menanyakan, kalau tidak diberikan apa ada sanksinya. “Kalau tidak kami berikan, RF sebagai bendahara kelompok I tidak mau pergi. Dan dia mengatakan, seperti biasa ya,” ujarnya lagi pada Figurnews.com.  


Namun ketika mengkonfirmasi tentang ada dugaan pemotongan dan juga tentang beredarnya pesan singkat/sms (Bagi kwn2 sertifikasi tlg Sumb utk upt krim beko jo….) tersebut kepada PS salah satu kepala sekolah Kecamatan Bukit Barisan melalui hp 082387635XXX.

“Sebenarnya saya memnyampaikan pesan UPT saja, Cuma berapa angka – angkanya saya tidak tahu dan coba tanya langsung pada UPT,”terangnya pada Figurnews.com.

Untuk lebih jelasnya, Figurnews.com mencoba menghubungi RF bendahara kelompok I UPT, via hp 081374376XXX,  sekaitan terjadi pemotongan.

“Saya tidak memotong, tapi dikasihnya sumbangan dan diterima apa adanya. Dan masalah golongan yang bermufakat mereka (para guru), bukan saya yang menyuruh, yang itusifatnya tidak ada aturannya, dikasih diterima kalau tidak, ya tidak apa – apa …?,”jawab RF bendahara.

 Namun setelah dana terkumpul, kemana aliran atau diberikan…  

 “Ya kami kan ada pula teman-teman dikantor (UPT) maksudnya dikantor ada pengawas minum dan makan, ketika sedang berair atau reski tentu saya belikan pula kawan nasi. Dan itu sama dengan dana sertifikasi yang dipotong setiap guru, kenapa mereka tidak rebut,”kata RF lagi pada Figurnews.com.  

UPT  Dinas Pendidikan Kecamatan Bukit Barisan waktu dihubungi beberapa hari yang lalu mengatakan, Saya akan mencek kebawah, Siapa yang telah melakukan itu katanya pada Media Ini.

Indra Wati Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota dihubungi melalui handphone mengatakan, Saya akan memanggil UPT untuk menanyakan hal tersebut katanya pada Media ini.

Dari runutan dari atas, diduga sampai sekarang masih pihak-pihak terkait melakukan pungli yang tidak sesuai peraturan yang berlaku. Masih Ada Oknum-oknum yang melakukan Praktek-praktek Liar. Padahal akhir-akhir ini kita sudah sering mendengar Adanya OTT (Operasi TangkapTangan) yang dilakukan pihak Kepolisian. Dengan begitu, apakah kejadian ini akan membuat efek jera bagi para oknum-oknum yang diduga melakukan pungli? Atau sebaliknya, akan menambah panjang daftar Penangkapan bagi TIM Saber Pungli?    (F53).




No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre