Breaking News

Komisi III DPRD Kota Padang Hearing Dengan Dinas PUPR Kota Padang

Padang (Sumbar), FN -- DPRD Kota Padang melaksanakan hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Padang, Jumat, 2 Juni 2017. Hearing itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Zulhardi Zakaria Latif dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra selaku Koordinator Komisi III. Dalam hearing tersebut, Komisi III DPRD Kota Padang mempertanyakan tentang berbagai hal pasca banjir yang sering terjadi di kota Padang.


Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Iramana Putra mempertanyakan kinerja Dinas PUPR Kota Padang yang dinilainya masih lamban dalam penanganan drainase di Kota Padang. Parahnya, ungkap Wahyu, perbaikan drainase sudah dianggarkan dan dilaksanakan, namun tetap saja banjir melanda beberapa titik di Kota Padang.

"Di tempat tinggal saya di Gunung Pangilun, digelontorkan dana Rp500 juta untuk perbaikan drainase. Namun kenyataannya, sejak drainase itu diperbaiki, malah banjir kian menjadi di sana. Bahkan sudah lima kali saya ganti kasur akibat kena banjir. Ini menandakan, perbaikan drainase itu tak sesuai dengan kondisi yang diinginkan warga," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, Dinas PUPR boleh saja menunjuk rekanan dalam pelaksanaan rehabilitasi drainase itu. Tetapi, tentu masukan dari warga yang lebih tahu kondisi daerah yang mereka tinggali harus diperhatikan dan dijadikan bahan untuk pelaksanaan kegiatan.

"Saya juga mengkritik penunjukan rekanan. Bahkan saya melihat disini, seakan sudah dikondisikan. Saya berharap, kedepan ini diperbaiki," cakapnya.

Menjawab pertanyaan Wahyu Iramana Putra tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Padang,  Fatriarman Noer menjelaskan, walau sudah dilakukan perbaikan drainase, namun banjir tetap terjadi. Hal ini disebabkan perbaikannya dilakukan secara parsial.

"Kita membangun, tapi tidak tuntas. Saya contohkan pada perbaikan drainase Khatib Sulaiman. Kita membutuhkan perbaikan sepanjang 3 KM, namun karena anggaran terbatas, hanya mampu diperbaiki 1 KM. Akibatnya, walau sudah diperbaiki, ketika hujan melebihi kapasitas terjadi, maka tetap saja banjir, kelimpahan 2 KM tadi," jelasnya.

    

Video Hearing Komisi III dengan PUPR Kota Padang di Gedung DPRD Kota Padang

Amril Amin atau panggilan akrabnya Aciek juga menjelaskan tentang kondisi didaerah Mata Air yang sering jadi langganan banjir, jika hari hujan daerah tersebut banjir dan ini dipicu dengan drainase yang tidak memadai untuk menampung air. Kejadian ini sudah bertahun-tahun terutama daerah perumahan Jondul Rawang.

Fadel sebagai Kabid PSDA Kota Padang tentang untuk mengatsi diberbagai titik yang sering dilanda banjir. Dalam peta tersebut dijelaskan tentang kondisi wilayah yang harus jadi perioritas untuk segera dibenahi. Dan salah satunya saluran pembuangan air melalui Teluk Bayur bermuara di Gaung yang bangun pada zaman Belanda dan  sekarang masih, namun tidak berfungsi lagi.


“Untuk mengatasi banjir di Jondul Rawang, kami akan membenahi saluran air ke Teluk Bayur yang selama ini tidak berfungsi lagi. Saluran tersebut dibuat waktu zaman Belanda dan itu akan kita perbaiki,” terang Fadel dalam Hearing tersebut. (*)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre