Breaking News

Merasa Ditipu, Istri Siri Septrismen Mengamuk di DPRD Kabupaten Solok

Ibarat tebu, habis manis sepah dibuang, itulah yang dialami Dahniar istri siri Septrismen alias Asep Wakil Ketua DPRD Kab. Solok. Setelah dalam pileg(pemilihan legislative) dan Asep berhasil duduk menjadikan anggota dewan, bu Niar pun ditinggalkan tanpa alasan apapun.

Arosuka/ Kab. Solok (Sumbar), FN  --- Tiga tahun sudah yang diderita oleh Niar istri siri Septrismen anggota DPRD Kabupaten Solok. Karena habis kesabarannya, Bu Niar melaporkan Septrismen Wakil Ketua DPRD Kab. Solok ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) Senin (22/5/2017) Sore digedung DPRD Kab. Solok. Bukan itu saja, bu Niar juga menemui Ketua DPRD Kab. Solok H. Hardinalis Qobal serta mencerita awal mulanya dia berhubungan Septrismen hingga dicampakan begitu saja.

Bu Niar menceritakan bahwa Septrismen menikahinya secara Islam 23 September 2011 bertempat dirumah wali nikah Bapak Azhari Dt. Batuah diBanda Pandung Kelurahan Tanah Garam. Mereka mengaku masing-masing status duda dan janda. Setelah menikah mereka mengontrak dan tinggal dirumah Bapak Syahril Laba berlokasi di Banda Pandung +  2 tahun. Dalam hubungan tersebut, bu Niar sempat hamil 6 bulan, namun anak yang dikandung mengalami keguguran.


“Karena sangat sayang sama Septrismen yang waktu itu sebagai ketua DPC - GERINDRA Kab. Solok, bu Niar pun memberi modal dengan membelikan baju bagus serta uang saku yang cukup. Bukan itu saja, saya juga fasilitasi dia dengan membelikan sebuah kenderaan roda empat merek Feroza No Pol BA 3018 RL untuk berkampanye. Setelah dia duduk di DPRD, saya pun dicampakan dan dia kembali rujuk dengan jandanya yang bernama Deti Ermanita (Adek),” ungkapnya kepada Ketua DPRD Kab. Solok Harnalis Qobal.

Dengan uraian air mata bu Niar menceritakan semua uneg-unegnya tentang dirinya selama ini ditipu serta dizalimi oleh Septrismen. Antara benci dan sakit hati, Niar juga menceritakan semua dan juga mengenai uang yang dipinjamnya hingga saat ini belum dikembalikan.

Dalam hal ini, Ketua DPRD Kab. Solok H. Hardinalis Qobal coba menenangkan bu Niar serta menjalin hubungi silahturahmi kembali. Namun hal itu ditolak mentah – mentah dengan alasan dia telah menzalimi dan juga menghinanya.

“Luka bukan dengan pisau, tapi dengan sembilu pak, kalau hal itu, tidak bisa pak, nasi telah jadi bubur tidak mungkin saya makan pak, air liur saya buang ngak mungkin dijilat lagi,” ujar bu Niar dengan emosi.

Sekaitan hal tersebut, Figurnews juga minta tanggapan sekaitan tentang kasus bu Niar dan langkah apa yang akan dilakukan.

“Kalau hal itu kewenangan dari BK Dewan, mereka melakukan sesuai administrasi dan aturan dan nanti kita baru tindaklanjuti. Dan itu barulah keputusan DPRD,”tukas Hardinalis Qobal Ketua DPRD Kab. Solok mengakhirinya.
                                        
      
Usai pertemuan tersebut, Figurnews.com coba menelusuri keberadaan Septrismen Sutan Putih untuk meminta keterangan tentang pengaduan Bu Niar ke BK Dewan. Namun beliau tidak berada ditempat, bahkan Figurnews.com juga menanyakan keberadaan dia pada beberapa pegawai tidak mengetahuinya. Yang lebih aneh lagi kemana Septrismen menghilang, sedang mobil dinas Innova No Pol BA 8 H yang sering dipakai ada didepan kantor DPRD Kab. Solok. (Tunggu Lanjutannya)


No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre