Breaking News

Ditrekrimsus Polda Sumbar Berhasil Bongkar Mafia BBM

Padang(Sumbar), FN --- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mulai menampakan taringnya, hal ini terbukti dengan ditangkapnya dua laki-laki terduga melakukan tindak pidana migas di salah satu gudang penyimpanan bahan bakar minyak di Kota Padang. Menurut informasi, lokasi tersebut sudah lama melakukan aktifas dan lebih anehnya lagi lokasi tidak berapa jauh dari Polsek Lubeg (Lubuk Begalung-red).

Beberapa tahun yang lalu pernah salah seorang wartawan mingguan melakukan investigasi kelokasi tersebut, namun na’as wartawan tersebut dikeroyok hingga sempat dirawat di RST Reksodiwiriyo Ganting. Hal tersebut telah dilaporkan ke Polsek Lubeg, bahkan para saksi telah memberi keterangan, namun belum ada upaya pihak polsek untuk untuk menindak lanjuti hingga saat ini.

Dengan berhasil Tim dari Dirtkrimsus melakukan penggrebekan serta menangkap dua orang pelaku, membuktikan bahwa Polda Sumbar tidak main – main terhadap pelaku yang melakukan criminal.  

            
           

VIDEO RELEASE POLDA SUMBAR BERHASIL TANGKAP 2 TERSANGKA BBM ILEGAL

"Kedua pria itu ditangkap dalam sebuah penggerebekan pada Rabu (17/5/2017) jam 10.30 WIB. Dari tersangka I disita 34 jeriken berukuran 35 liter berisi BBM jenis Biosolar, Pertalite, dan Premium, slang. Tersangka II disita sebuah Truk Tanki BA 8783 AU, STNK, Ember, Cerocok, slang, 2 lembar DO," kata Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi di Padang, Kamis.

Kedua pelaku yang diduga sebagai tersangka itu berinisial RO dan CH. Penggerebekan itu dilakukan saat mereka sedang melakukan aktifitas di sebuah gudang di Jalan Bypass Pampangan Kilometer 2 Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

"Tersangka diduga menimbun minyak yang dibawa oleh tersangka CH dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bungus menggunakan truk tersebut," sebut Syamsi.

Ia merincikan beberapa barang bukti (BB), sebanyak 34 jeriken itu berisikan bahan bakar minyak berupa Bio Solar, Premium, dan Pertalite.

Sementara Kasubdit I Direskrimsus Polda Sumbar AKBP Andri Kurniawan mengatakan penangkapan tersangka berawal dari pengamatan yang dilakukan petugas terhadap gudang yang dimiliki tersangka.

"Karena ada aktifitas tersebut, kami mulai curiga ketika banyak mobil truk pembawa BBM yang keluar masuk ke dalam gudang tersebut, dan langsung melakukan pemeriksaan ke lokasi tersebut," katanya.

Terlihat dari lokasi tersangka CH yang mengemudikan truk sedang memindahkan BBM yang dibawanya ke salah satu tangki yang berada di gudang itu.

"Kedua pelaku langsung kami bawa ke Mapolda Sumbar untuk dilakukan pengembangan kasus ini," terang dia.

Ia mengatakan BBM yang dibawa tersangka CH tersebut sudah dipesan oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Dharmasraya.

"Namun sebelum didistribusikan ke Dharmasraya, bahan bakar tersebut dikurangi di gudang milik tersangka RO," kata dia menjelaskan.

Atas perbuatan tersebut, tersangka RO dijerat pasal 55 juncto pasal 53 huruf c dan huruf d undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. RO diancam hukuman enam tahun kurungan.

Sedangkan tersangka CH melanggar pasal 373 juncto pasal 362 Kitab Undang undang Hukum Pidana (KUHP) dan diancam hukuman empat tahun kurungan. (*)


No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre