Breaking News

Gubernur Provinsi Jambi, H. Zumi Zola Buka Acara Seminar Nasional Dan Kukuhkan Dewan Riset Daerah (DRD) Prov. Jambi

Jambi, FN --- Provinsi Jambi, merupakan Provinsi terbesar kedua yang memiliki luas perkebunan dibidang karet di Indonesia. Dan diharapkan kedepannya dapat meningkatkan kualitas atau mutu dari karet itu sendiri. Hal ini disampaikan Gubernur Jambi H. Zumi Zola, S.TP, MA saat membuka langsung acara Seminar Nasional dan Pengukuhan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jambi pada Kamis (13/04) bertempat di Hotel O2 Weston.

“Kita sama-sama mengetahui bahwa Jambi ini memiliki luas perkebunan karet yang besar, yaitu terbesar kedua setelah Provinsi Sumatera Selatan. Ada sekitar 211.000 rumah tangga petani karet atau sebesar 27% dari penduduk di Provinsi Jambi  yang menggantungkan hidupnya pada  komoditi tersebut,” ungkapnya.

“Harga karet ini kan fluktuatif, kadang harganya naik dan terkadang juga turun,  penyebabnya yaitu dari harga pasar dunia,” lanjutnya.

“Saya melihat karet-karet yang kita hasilkan kualitasnya masih kurang bagus, hasil karet yang kita punya juga masih dalam bentuk bahan mentah (belum diolah),” tambahnya lagi.

“Jadi yang harus kita lakukan untuk menjaga kualitas dari karet adalah suatu komitmen dalam mendorong hilirisasi. Pemprov juga telah berupaya melakukan hilirisasi karet melalui introduksi berbagai teknologi tepat guna di tingkat petani,” ungkap Gubernur Zola dalam acara seminar tersebut.

“Kita bisa ambil contoh di Desa Muhajirin Kabupaten Muaro Jambi, disana para petaninya sudah menghasilkan karet gelang, sarung tangan serta bagian-bagian dari kendaraan bermotor yang bahan bakunya karet, semua itu mereka kirimkan ke pasar-pasar tradisional. Ini kan menunjukkan bahwa hal yang sederhana dan dapat kita lakukan jika kita serius dan berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian kita, Saya harap kabupaten-kabupaten lain dapat mencontoh ini (red : Desa Muhajirin),” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Zola mengatakan bahwa diperlukan suatu dukungan dari Pemerintah Pusat, Lembaga Penelitian, swasta serta petani karet itu sendiri, untuk mendorong terbangunnya industri hilirisasi berbasis karet dalam negeri secara terintegrasi dan berdaya saing.

Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pusat Penelitian Bogor sebagai perwujudan dan sinergitas untuk mencapai komitmen bersama dalam mendorong komoditi karet sebagai bahan yang memiliki nilai jual tinggi serta menjadi produk yang diandalkan untuk meningkatkan perekonomian lokal.

Tidak kalah pentingnya, Gubernur Zola dalam kesempatan tersebut juga mengukuhkan pengurus Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jambi masa bakti 2017-2021.  Kajian-kajian dari DRD ini diharapkan Zola dapat memberikan dampak positif bagi Provinsi Jambi kedepannya.

“Saya berharap kepada para pengurus Dewan Riset Daerah yang telah dikukuhkan ini agar memberikan masukan-masukan yang bersifat konstruktif. Kita ingin untuk kedepannya tidak lagi bergantung pada negara-negara lain. Kan lucu, kita sebagai negara penghasil karet, namun malah bergantung pada negara yang bukan penghasil karet.” tuturnya.

Pada acara tersebut turut hadir Dewan Riset Nasional Dr. Bambang Setiadi, unsur Forkopimda, serta OPD dalamProvinsi Jambi terkait.

Juga perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Banten


Sebagaimana diketahui bahwa pada acara tersebut mengangkat tema “Upaya Pengembangan Industri Hilir Karet untuk Peningkatan Nilai Tambah Bahan Olahan Karet Rakyat,” tutupnya. (*-MS/AF-Rls Jambi)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre