Breaking News

Ketua Komisi V DPRD Sumbar H.Hidayat, Sidak Ke UPTD Museum Dan Taman Budaya

Padang (Sumbar), FN --- Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar H.Hidayat, SS, MH bersama Syaiful Ardi, S.Sos, M.Hum dan membawa serta para awak media untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak)  ke UPT Museum dan Taman Budaya, Senin ( 27/3/2017) jam 10.30 WIB.

Hidayat saat meninjau kondisi Museum dan Taman Budaya dalam kunjungan mendadak Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat. Dia mengatakan , persoalan utamanya bukan kepada anggaran tetapi adalah dinas yang menaunginya.

Dalam sidak tersebut, Ketua Komisi V menemui kejanggalan tentang sewa gedung tidak sesuai dengan perda yang telah ditetapkan, bahkan sewa gedung untuk satu hari acara  dua kali lipat dari sewa yang sebenarnya. Seharusnya sewa untuk satu hari Rp700 ribu, namun kenyataan para penyewa dipungut biaya sewa  1,5 juta perhari. Disamping itu Komisi V juga mempertanyakan tentang kujungan perhari dan termasuk harga ticket masuk yang tidak sesuai dengan  tarif yang telah ditentukan.

“ Saya minta daftar kunjungan tamu ke museum ini, berapa orang perharinya dan termasuk ada diskon bagi pengunjung yang datang kesini,” Hidayat pada Van kepala Tata Usaha Museum.

“Kalau tentang tamu yang berkunjung kesini, ada buku tamunya pak dan bapak boleh melihatnya,” tutur Van pada Hidayat Ketua Komisi V DPRD Sumbar.

Dalam kesempatan itu, Hidayat dan Syaiful juga ingin melihat ruangan lain yang perlu pembenahi yang maksimal supaya ada daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hidayat juga meminta laporan mengenai pemasukan dari pengunjung yang datang ke museum ini.

Setelah mengunjungi Museum Adityarman, Komisi V langsung mengunjungi Taman Budaya yang tidak begitu jauh dari museum. Hidayat juga menjelaskan pada awak media yang menemaninya ke Taman Budaya tersebut.

“Kita juga akan melihat kondisi taman budaya yang selama ini kurang diperhatikan,”terang Hidayat lagi.

Namun ketika ditaman budaya sepi, kondisi sangat meprihatin sekali, yang mana kondisi sangat kumuh dan kotor seolah-olah tidak terurus. Sampah berserakan dan juga mengenai rumput yang tinggih dan membuat kedua anggota dewan ini geleng kepala.

Setelah diketahui yang datang berkunjung Ketua Komisi V Hidayat, kepala UPT Taman Budaya Muasri sangat terkejut. Hidayat dan Syaiful meminta keterangan tentang kondisi taman budaya saat ini dan termasuk bangunan yang tidak terurus alias kumuh dan kotor.

Dalam keterangan Muasri menjelaskan pada Komisi V bahwa anggaran yang diberikan sangat minim dana yang diberikan oleh Dinas Kebudayan buat biaya disini.  
 
“Kertas saja tiga rim, map sepuluh untuk buat jurnal saja tidak cukup, bahkan BLP (Bantuan Belanja Poko) saja tidak diberikan dan semua di Dinas,” jelas Muasri pada komisi V.

Namun Hidayat juga menanyakan masalah pembayaran listrik dan air termasuk biaya perawatan gedung theater.

“Memang kami tidak menerima BLP( biaya listirk, air, kertas dan juga perawatan gedung), semua dikop oleh Dinas Kebudayaan,” terang Muasri kepala UPT curhat pada Hidayat dan Syaiful Ardi Komisi V DPRD Sumbar.

Dengan penjelasan tersebut, Hidayat dan Syaiful sangat terkejut pada hal dana untuk Dinas Kebudayaan 10 miliar dan seharusnya 1,5 miliar untuk museum dan 2 miliar untuk taman budaya.

“Jangan semua dana ditarik untuk dinas, seharusnya 1,5 miliar untuk museum sedang untuk taman budaya 2 miliyar,”terang Hidayat lagi.

Sedang Adek Saputra juga menjelaskan tentang keluhan masalah anggaran di museum, karcis untuk kunjungan tinggal dua buku.

“Karcis masuk hanya tinggal dua buku, pada hal besok Sabtu, Minggu libur dan itu tidak cukup. Dan saya telah hubungi PPKnya minta karcis, namun setelah karcis saya buat sesuai dengan nomor urutnya. Tapi sampai sekarang belum digantinya”tutur Adek Saputra kepala UPT Museum.

Penjelasan dari kedua kepala UPT tersebut membuat Hidayat dan Syaiful meradang dan dia meminta secara pribadi sebagai ketua Komisi V ke pada Gubernur untuk merekomendasi dan meninjau ulang mengevaluasi Kepala Dinas Kebudayaan 

 Kedatangan ke UPTD Museum Adityarman untuk melakukan peninjauan tentang kondisi museum termasuk kunjungan dari masyarakat. 

Ketua Komisi V DPRD  Provinsi Sumatera Barat Hidayat menilai, Dinas Kebudayaan belum terakomodatif terhadap fungsi serta kebutuhan Taman Budaya. Hal itu membuat kondisi Taman Budaya sangat memprihatinkan, tidak terawat dan terkelola dengan baik. Bangunan  yang semestinya  dapat digunakan dengan baik  sebagai tempat menyalur kan bakat dan seni para  seniman dan budayawan saat ini kondisinya seperti rumah tua yang tidak bertuan ungkap Hidayat.

Bangunan Teater Terbuka  yang semulanya bagus dan kokoh namun karena tidak adanya perawatan Banyak fasilitas rusak, seperti AC yang dibeli cukup mahal sehingga tidak bisa dimanfaatkan optimal, padahal, Taman Budaya bisa berfungsi sebagai jendela bagi sejarah kebudayaan daerah.
Pada hal dulu taman budaya banyak melahirkan seniman-seniman yang penuh bakat, dan pernah dulu tempat pertunjukan tingkat nasional.

“Kondisi Taman Budaya  yang  kotor tidak terawat dan  banyak fasilitas rusak sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara optimal seperti gedung teater terbuka dan gedung teater tertutup yang tidak lagi digunakan. Kami tidak sepenuhnya bisa menerima anggaran sebagai alasan, tetapi persoalannya ada di Dinas Kebudayaan,” katanya.

Seperti diketahui, Dinas Kebudayaan merupakan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang baru lahir seiring perubahan OPD yang dilakukan pada akhir tahun 2016 lalu. Dengan perubahan OPD tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan.

Hidayat mengatakam dalam persoalan ini   Dinas Kebudayaan belum akomodatif terhadap fungsi dan kebutuhan Taman Budaya, Selain fasilitas, Hidayat  melihat, semangat kerja pegawai yang ditempatkan di UPT Taman Budaya juga kurang. Hal ini kembali kepada pimpinan OPD yang dinilai kurang memberikan motivasi kepada UPT.

Kunjungan mendadak Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat ke UPT Taman Budaya terpantau justru menjadi “ajang curhat” oleh pengelola UPT Taman Budaya. Pengelola menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari anggaran hingga persoalan perbaikan fasilitas.

Menjawab keluhan tersebut, Hidayat yang datang bersama anggota Komisi V Syaiful Ardi dan sejumlah wartawan menegaskan akan membahas berbagai persoalan berkaitan dengan kondisi Taman Budaya dengan Dinas Kebudayaan. Kekurangan yang terjadi akan diupayakan untuk dibenahi namun dia juga meminta, pengelola Taman Budaya agar tetap bekerja secara profesional.

Taman budaya Sumatera Barat  ini harus dihidupkan kembali karena banyak para seniman dan budayawan yang   melahirkan karyanya  yang membuat nama dan budaya Sumatera  Barat  dikenal baik tingkat nasional maupun internasional, untuk itu taman budaya harus  dipertahankan  keberadaannya. Apalagi Sumatera Barat kaya akan Seni Budaya dan banyak para seniman yang lahir disini.

“Seperti asset taman budaya ini, ini sangat disayangkan, ini dulu pernah punya sejarah mengakat nama baik Sumatera Barat dipentas nasional bahkan internasional. Disini banyak lahir budayawan – budayawan dan sastrawan ternama tingkat nasional maupun internasional. Hari ini untuk kongkow kongkow dan lihatlah tidak bersih tidak terawat, ac nya rusak, bocor dan tidak ramah lagi, saya juga kaget dapat laporan dari UPT mengenai tidak ada biaya perawatan dan biaya operasionalnya, Kadisnya apa saja pikirannya !!? Jadi jangan omong doang aja,”pungkas Hidayat mengakhirinya.



      

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre